kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.000   37,00   0,21%
  • IDX 5.791   95,70   1,68%
  • KOMPAS100 752   17,00   2,31%
  • LQ45 570   13,37   2,40%
  • ISSI 201   2,28   1,15%
  • IDX30 323   7,33   2,32%
  • IDXHIDIV20 397   8,68   2,23%
  • IDX80 85   1,86   2,23%
  • IDXV30 108   1,63   1,54%
  • IDXQ30 104   2,16   2,12%

Australia Catat Defisit Perdagangan Terbesar Sejak 2015 pada Mei, Apa Penyebabnya?


Kamis, 02 Juli 2026 / 09:05 WIB
Australia Catat Defisit Perdagangan Terbesar Sejak 2015 pada Mei, Apa Penyebabnya?
ILUSTRASI. Negara Penghasil Batubara Terbesar di Dunia - Australia (DOK/www.theaustralian.com.au)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Neraca perdagangan barang Australia secara tak terduga berbalik mencatat defisit pada Mei 2026.

Pelemahan ekspor emas dan bijih besi menjadi penyebab utama memburuknya kinerja perdagangan negeri Kanguru tersebut.

Baca Juga: Bitcoin-Ethereum Kehilangan Momentum, Citi Turunkan Proyeksi 12 Bulan

Melansir Reuters, Data Australian Bureau of Statistics (ABS) yang dirilis Kamis (2/7/2026) menunjukkan, neraca perdagangan barang Australia mengalami defisit sebesar A$3 miliar atau sekitar US$2,07 miliar pada Mei.

Kondisi ini berbalik dari posisi surplus A$1,4 miliar pada April dan jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan surplus A$2,2 miliar.

Defisit tersebut juga menjadi yang terbesar sejak akhir 2015.

Merosotnya neraca perdagangan dipicu penurunan ekspor yang cukup tajam. Nilai ekspor Australia turun 6,9% pada Mei setelah mencatat lonjakan pada bulan sebelumnya.

Penurunan terbesar berasal dari ekspor emas nonmoneter yang anjlok 35%, serta ekspor bijih besi yang turun 9%.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Menguat, Data Tenaga Kerja AS yang Lemah Redam Tekanan Suku Bunga

Di sisi lain, impor justru meningkat 2,6% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan impor terutama didorong oleh meningkatnya pembelian kendaraan bermotor, pesawat terbang, dan peralatan telekomunikasi.

Data ini menunjukkan pelemahan permintaan terhadap sejumlah komoditas utama Australia mulai membebani kinerja ekspor, sementara aktivitas impor masih tetap kuat, sehingga menekan neraca perdagangan ke zona defisit untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×