kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.889   13,00   0,07%
  • IDX 6.308   39,90   0,64%
  • KOMPAS100 826   3,73   0,45%
  • LQ45 627   1,42   0,23%
  • ISSI 218   1,67   0,77%
  • IDX30 352   0,14   0,04%
  • IDXHIDIV20 426   -2,00   -0,47%
  • IDX80 94   0,47   0,50%
  • IDXV30 118   0,10   0,08%
  • IDXQ30 111   -0,32   -0,29%

Mengenal Katsu Curry Index, Indeks Pengukur Kekuatan Nilai Tukar Yen


Rabu, 12 Agustus 2026 / 10:37 WIB
Mengenal Katsu Curry Index, Indeks Pengukur Kekuatan Nilai Tukar Yen
ILUSTRASI. Katsu Curry Index dinilai memberikan gambaran akurat mengenai pergerakan kurs yen terhadap mata uang negara lain (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Mau tahu seberapa kuat nilai tukar mata uang yen terhadap kurs mata uang Indonesia? Caranya, pergilah ke gerai Coco Ichibanya di negara tersebut, dan pesanlah menu katsu curry.

Bloomberg melaporkan, Geoffrey Yu, Senior EMEA Market Strategist Bank of New York Mellon (BNY), membuat indeks yang dinamakan Katsu Curry Index untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai pergerakan kurs yen terhadap mata uang negara lain, khususnya dolar Amerika Serikat (AS).

Yu menyebut, Katsu Curry Index ini mampu memberikan gambaran yang lebih baik mengenai dampak pelemahan yen di Jepang. Indeks ini menjadi alternative dari Big Mac Index yang dibuat The Economist.

Pada Rabu (12/8/2026) pagi, di pasar mata uang global, nilai tukar yen terhadap dolar AS setara ¥ 159,23 per dolar AS. Namun, menurut perhitungan Yu, satu dolar seharusnya hanya setara dengan ¥ 62,18.

Baca Juga: Nikkei Jepang Bergerak Datar, Investor Menanti Data Inflasi AS

Yu membuat analisa tersebut dengan memperhitungkan daya beli mata uang Jepang, sebagaimana tercermin dalam harga hidangan kari Jepang. Ia menggunakan data harga dari CoCo Ichibanya, jaringan restoran nasi kari Jepang terbesar di dunia, yang memiliki sekitar 1.500 gerai secara global

"Jika tujuannya adalah menyelaraskan daya beli dengan negara-negara berpenghasilan tinggi, indeks ini menunjukkan bahwa yen perlu menguat secara signifikan," ujar Yu, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (12/8/2026).

Ini mengindikasikan pasar valuta asing menilai yen jauh di bawah nilai sebenarnya atau undervalued. Sebagai perbandingan, Big Mac Index, yang didasarkan pada harga burger McDonald’s di berbagai negara, menunjukkan bahwa satu dolar seharusnya setara dengan ¥ 80,30.

Yen menjadi sorotan utama pasar valuta asing global setelah otoritas Jepang dan AS melakukan intervensi paling dramatis dalam 15 tahun terakhir untuk mengangkat mata uang tersebut dari level terendahnya terhadap dolar dalam empat dekade.

Baca Juga: Bos Konglomerat US$400 Miliar Ini Dikabarkan Segera Mundur

Sejak saat itu, yen telah kehilangan separuh dari penguatan yang dipicu oleh intervensi tersebut. Pelemahan yen yang ekstrem secara historis membuat perjalanan ke luar negeri dan barang-barang impor menjadi sangat mahal bagi banyak warga Jepang.

Kondisi ini juga membebani keuangan mereka di dalam negeri seiring naiknya harga makanan, jasa, dan barang konsumsi. "Jika harga katsu curry atau semangkuk ramen menjadi sangat mahal di Jepang, hal itu kemungkinan akan memicu tuntutan yang semakin besar untuk perubahan kebijakan," kata Yu.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×