Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Jepang bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (12/8/2026), karena investor memilih menahan transaksi besar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Investor juga masih mewaspadai meningkatnya ketegangan geopolitik setelah harapan terhadap terobosan cepat dalam upaya mengakhiri konflik di Timur Tengah kembali memudar.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Melonjak 3,46%, Samsung Electronics dan SK Hynix Jadi Penopang
Melansir Reuters, Indeks Nikkei 225 tercatat naik tipis 0,06% menjadi 67.011,66 pada pukul 02.02 GMT. Sepanjang perdagangan, indeks sempat naik 0,26% sebelum berbalik melemah hingga 0,35%.
Sementara itu, indeks Topix menguat 0,43% menjadi 4.118,18.
Investor Tunggu Data CPI AS
Perhatian utama investor tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis Rabu. Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk penting bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
"Investor tampaknya enggan melakukan pembelian agresif menjelang data CPI AS yang akan dirilis hari ini, karena pasar masih mencoba menilai apakah Federal Reserve akan mempercepat kenaikan suku bunganya," kata Wataru Akiyama, equity strategist di Nomura Securities.
Baca Juga: Harga Minyak dan Emas Naik, Pasar Global Menanti Data Inflasi AS
Saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) dan memiliki bobot besar terhadap Nikkei bergerak bervariasi.
Saham Lasertec, perusahaan pembuat peralatan inspeksi semikonduktor, turun 2,9%. Sebaliknya, saham perusahaan kimia dan material canggih Resonac melonjak 6,73%.
Ketegangan Timur Tengah Jadi Perhatian
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran melaporkan serangan terpisah terhadap kapal pada Selasa.
Sementara itu, pejabat tinggi keamanan Iran mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat belum menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: Bos Konglomerat US$400 Miliar Ini Dikabarkan Segera Mundur
Kondisi tersebut turut memengaruhi harga komoditas energi. Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS bergerak di sekitar US$80 per barel.
Sektor pertambangan Jepang menjadi sektor dengan kinerja terbaik. Subindeks pertambangan naik 2,75%, menjadi kenaikan terbesar di antara 33 subindeks industri di Bursa Efek Tokyo.
Secara keseluruhan, pergerakan saham di Nikkei masih cenderung positif. Sebanyak 122 saham menguat, sementara 100 saham melemah dan tiga saham tidak berubah.
M3 dan Yokohama Rubber Menguat
Saham M3 menjadi pencetak kenaikan terbesar di Nikkei dengan lonjakan 9,88%.
Saham Yokohama Rubber juga menguat 8,39%.
Baca Juga: Trump Sebut Pesawat yang Ditumpanginya Berisiko Jadi Target Pembunuhan Iran
Sebaliknya, Rakuten Group menjadi saham dengan penurunan terbesar, yakni 11,62%.
Saham Sumitomo Metal Mining menyusul dengan pelemahan 4,29%.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
