Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Chairman Tata Sons, N Chandrasekaran, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri sebelum rapat pemegang saham yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2026.
Mengutip Economic Times pada Rabu (12/8/2026), Chandrasekaran telah membahas kemungkinan pengunduran dirinya dengan sejumlah orang dekat. Informasi tersebut diperoleh dari sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Baca Juga: Bursa Australia Melemah ke Level Terendah Sepekan, Ketegangan Timur Tengah Jadi Beban
Pembahasan itu muncul di tengah ketidakpastian mengenai pengangkatan kembali Chandrasekaran sebagai direktur serta ketegangan dengan pimpinan badan amal kelompok Tata.
Pemegang saham Tata Sons dijadwalkan memberikan suara mengenai pengangkatan kembali Chandrasekaran sebagai direktur dalam rapat umum tahunan (RUPST) pada 18 Agustus.
Berdasarkan pemberitahuan perusahaan, masa jabatan Chandrasekaran sebagai chairman saat ini berlangsung hingga Februari 2027.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Tata Sons, perusahaan induk investasi utama Tata Group yang memiliki nilai sekitar US$400 miliar, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters di luar jam kerja. Chandrasekaran juga belum dapat dihubungi.
Baca Juga: Harga Emas Spot Kembali Menguat Rabu (12/8) Pagi, Pasar Menanti Data Inflasi AS
Ketegangan dengan Tata Trusts
Pada Februari lalu, Tata Sons menunda keputusan mengenai pengangkatan kembali Chandrasekaran sebagai chairman setelah Noel Tata, chairman Tata Trusts, menyatakan penolakan terhadap langkah tersebut.
Tata Sons dan Tata Trusts sebelumnya terlibat perselisihan terkait komposisi dewan direksi, strategi perusahaan serta rencana keluarnya pemegang saham minoritas Shapoorji Pallonji.
Perselisihan tersebut bahkan berujung pada pencopotan salah satu direktur Tata Sons.
Tata Trusts memiliki sekitar 66% saham Tata Sons. Perusahaan holding tersebut menaungi sekitar 30 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari bisnis garam hingga teknologi, termasuk Tata Consultancy Services (TCS), Tata Motors dan Air India.
Baca Juga: Dolar AS Bergerak Datar, Pasar Menanti Data Inflasi untuk Prediksi The Fed
Karier Chandrasekaran di Tata Group
Chandrasekaran bergabung dengan Tata Group pada 1987. Ia kemudian meniti karier hingga menjadi Chief Executive Officer (CEO) Tata Consultancy Services pada 2009.
Pada 2017, Chandrasekaran dipercaya mengambil alih posisi chairman Tata Sons.
Namun, dalam setahun terakhir, Chandrasekaran menghadapi sejumlah tantangan besar dalam memimpin konglomerasi tersebut.
Tantangan tersebut antara lain meningkatnya pengawasan regulator terhadap Air India setelah kecelakaan fatal, tekanan terhadap harga layanan TCS, serta serangan siber yang menimpa Jaguar Land Rover.
Serangan siber tersebut mengganggu aktivitas produksi Jaguar Land Rover dan turut berdampak terhadap perekonomian Inggris.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
