kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Jepang Siaga 24 Jam Hadapi Gejolak Yen, Menkeu Siap Intervensi


Selasa, 28 April 2026 / 09:24 WIB
Jepang Siaga 24 Jam Hadapi Gejolak Yen, Menkeu Siap Intervensi
ILUSTRASI. New-Japan-Yen-s-Bills (Masahiro Sugimoto/The Yomiuri Shimbun via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jepang menyatakan siap siaga selama 24 jam untuk merespons gejolak di pasar valuta asing.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan, otoritas akan bertindak jika terjadi volatilitas berlebihan pada nilai tukar yen.

“Kami siaga 24 jam,” ujar Katayama dalam konferensi pers rutin dilansir Reuters, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Trump Tolak Proposal Iran, Harapan Damai Kian Memudar

Ia menambahkan, pemerintah Jepang juga terus berkoordinasi erat dengan Amerika Serikat dalam memantau pergerakan pasar.

Pernyataan ini disampaikan di tengah penantian pelaku pasar terhadap keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan diumumkan hari ini.

Investor juga mencermati pernyataan Gubernur BOJ Kazuo Ueda terkait arah kebijakan moneter, khususnya sinyal kenaikan suku bunga ke depan.

Jepang juga akan memasuki periode libur panjang “Golden Week” mulai Rabu, yang biasanya diiringi penurunan likuiditas pasar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pergerakan nilai tukar.

Menanggapi kemungkinan gejolak selama periode tersebut, termasuk saat dirinya menghadiri pertemuan Asian Development Bank (ADB) pada akhir pekan, Katayama menegaskan pemerintah tetap siap merespons setiap pergerakan ekstrem di pasar.

Baca Juga: Bursa Korsel Cetak Rekor Tertinggi Selasa (28/4), Saham Otomotif dan Baja Melesat

Ia juga menyoroti bahwa volatilitas di pasar minyak mentah turut memengaruhi pergerakan mata uang, termasuk yen.

Secara umum, pasar memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Namun, perhatian utama tertuju pada nada pernyataan Ueda, apakah akan memberikan sinyal lebih hawkish di tengah tekanan inflasi global dan ketidakpastian geopolitik.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×