Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Amerika Serikat (AS) menambahkan beberapa perusahaan produsen tenaga surya dan baterai terbesar di dunia ke daftar perusahaan yang diyakini membantu militer Tiongkok.
AS menambahkan Trinasolar dan JA Solar Technology, dua produsen panel surya terbesar di dunia, sebagai bagian dari pembaruan daftar pada Senin (9/6/2026), bersama dengan sejumlah nama teknologi terkemuka termasuk raksasa e-commerce Alibaba dan penyedia pencarian internet Baidu.
Daftar tersebut juga mencakup EVE Energy dan CALB Group, dua produsen baterai terbesar untuk penyimpanan energi dan kendaraan listrik.
Baca Juga: Bursa Asia Merosot, Harga Minyak Naik Terseret Konflik Iran dan AS yang Memanas
Trinasolar menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan militer dan telah memulai prosedur hukum untuk mengajukan banding atas penetapan tersebut, yang mereka sebut "sama sekali tidak berdasar".
"Trinasolar menuntut agar pemerintah AS segera memperbaiki tindakan yang keliru ini dan mendorong lingkungan bisnis internasional yang adil, setara, dan tidak diskriminatif," sebut Trinasolar seperti dikutip Reuters.
Trinasolar menambahkan, produksi globalnya tidak terpengaruh gara-gara masalah ini.
Sementara itu, JA Solar, EVE, dan CALB tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters soal daftar baru AS ini.
Alibaba, Baidu, dan perusahaan bioteknologi WuXi AppTec mengatakan dalam pernyataan bahwa dimasukkannya mereka dalam daftar tersebut adalah kesalahan dan mereka akan mengambil tindakan untuk mengubah penetapan tersebut.
Berdasarkan hukum AS, Departemen Pertahanan akan dilarang untuk melakukan kontrak langsung dengan perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut dan dibatasi untuk membeli produk atau layanan mereka melalui pihak ketiga mulai tahun 2027.
Baca Juga: Konflik Pecah Total: Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania dan Koridor Teluk













