kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.887   5,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Fenomena Langka dalam 27 Tahun, Gerhana Matahari Total Bikin Spanyol Gelap


Kamis, 13 Agustus 2026 / 06:23 WIB
Fenomena Langka dalam 27 Tahun, Gerhana Matahari Total Bikin Spanyol Gelap
ILUSTRASI. Ilustrasi Gerhana Matahari Total (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Gerhana matahari total menyapu wilayah utara Spanyol pada Rabu (12/8), menjadi fenomena astronomi langka yang membuat langit mendadak gelap di tengah hari.

Fenomena tersebut menjadi gerhana matahari total pertama yang dapat disaksikan di Eropa Barat dalam 27 tahun. Spanyol menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menikmati fase totalitas, bersama Islandia.

Di sejumlah wilayah Spanyol, suasana berubah drastis ketika cahaya Matahari perlahan menghilang. Penonton yang telah menunggu sejak sore bersorak saat fase totalitas dimulai.

Mengutip Reuters, sekitar pukul 20.30 waktu setempat, langit mulai menggelap sebelum fase totalitas berlangsung kurang dari satu menit. Kondisi itu terjadi di salah satu lokasi pengamatan berada di Buitrago de Lozoya, kawasan pedesaan di utara Madrid.

Fenomena Baily's beads, berupa titik-titik cahaya Matahari yang terlihat di tepian Bulan sesaat sebelum dan sesudah totalitas, turut menghiasi cakrawala.

Baca Juga: Gempa Kolombia Tewaskan 265 Orang, Hampir 500 Warga Masih Hilang

Apa yang Terjadi Saat Gerhana Matahari Total?

Gerhana matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya dari pandangan pengamat yang berada di jalur totalitas.

Akibatnya, siang hari berubah menjadi gelap atau seperti senja dalam waktu singkat.

Fenomena tersebut juga membuat warna langit berubah. Saat cahaya Matahari kembali setelah fase totalitas, rona merah dan biru perlahan muncul, menciptakan suasana yang menyerupai matahari terbit atau terbenam.

Bagi pengamat di jalur totalitas, perubahan tersebut menjadi salah satu bagian paling spektakuler dari gerhana.

Baca Juga: Jerman Izinkan Badan Intelijen Meretas Sistem Komunikasi Pihak Asing yang Jadi Lawan

6 Juta Orang Padati Jalur Gerhana di Spanyol

Otoritas setempat memperkirakan hingga 6 juta orang datang ke wilayah-wilayah yang berada di jalur gerhana, terutama kawasan pedesaan di utara Spanyol dan Kepulauan Balearic.

Sejumlah titik pengamatan khusus disiapkan agar masyarakat dapat menikmati fenomena tersebut dengan lebih aman.

Pemerintah Spanyol juga mengerahkan sekitar 25.000 personel kepolisian, serta hampir 100 pesawat dan helikopter untuk mendukung pengamanan dan penanganan keadaan darurat.

Islandia juga menjadi tujuan para penggemar fenomena astronomi tersebut. Namun, kondisi cuaca di negara itu tidak selalu mendukung.

Di Reykjavik, gerhana tertutup awan sehingga masyarakat tidak dapat melihat fenomenanya secara langsung. Meski demikian, kegelapan saat fase totalitas tetap terasa di ibu kota Islandia tersebut.

Sementara itu, wilayah paling barat Islandia mendapatkan pemandangan yang lebih baik karena terdapat celah di antara awan.

Fase totalitas mencapai pesisir barat Islandia sekitar pukul 17.44 waktu setempat. Wilayah tersebut mengalami kegelapan selama maksimal 2 menit 13 detik.

Negara dengan populasi sekitar 400.000 orang itu diperkirakan menerima hingga 80.000 pengunjung untuk menyaksikan gerhana.

Baca Juga: Lionel Messi Berduka, Masa Depan Karier Sepak Bolanya Mulai Diragukan

Bukan Gerhana Matahari Total Terakhir di Spanyol

Fenomena 2026 menjadi bagian dari rangkaian gerhana yang menarik perhatian di Semenanjung Iberia.

Kawasan tersebut terakhir kali menyaksikan gerhana matahari total pada 1912. Setelah gerhana 2026, gerhana matahari total berikutnya akan melintasi wilayah tersebut pada 2 Agustus 2027.

Gerhana matahari cincin kemudian diperkirakan menyusul pada Januari 2028. Rangkaian ini dikenal sebagai "Iberian Eclipse Trio".

Baca Juga: Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, Sedikitnya 254 Orang Tewas




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×