kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Trump: Iran Terlalu Lama Bernegosiasi, Kini Harus Menanggung Konsekuensinya


Rabu, 10 Juni 2026 / 18:49 WIB
Trump: Iran Terlalu Lama Bernegosiasi, Kini Harus Menanggung Konsekuensinya
ILUSTRASI. Donald Trump menegaskan Iran telah melewatkan kesempatan emas untuk kesepakatan, kini harus menanggung konsekuensinya. (REUTERS/Nathan Howard)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Trump menilai Teheran telah terlalu lama menunda proses negosiasi sehingga kini harus menghadapi konsekuensinya.

Melalui unggahan di media sosial pada Rabu (10/6/2026), Trump mengatakan Iran gagal memanfaatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan yang menurutnya akan menguntungkan negara tersebut.

"Iran hanya banyak bicara tanpa tindakan. Mereka telah terlalu lama menunda negosiasi untuk mencapai sebuah kesepakatan yang sebenarnya akan sangat baik bagi mereka. Sekarang mereka harus membayar harganya!!!" tulis Trump.

Baca Juga: Hanya 11% Warga Eropa Masih Anggap AS Sekutu, Ini Penyebabnya

Pernyataan itu disampaikan setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan di kawasan tersebut, meskipun upaya diplomatik untuk melanjutkan perundingan masih dilaporkan terus berlangsung.

Di sisi lain, seorang pejabat yang mengetahui perkembangan situasi mengatakan bahwa para negosiator Qatar melakukan perjalanan ke Teheran pada Rabu pagi guna mengupayakan penyelesaian sebuah kesepakatan. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya konsultasi dengan pemerintah Amerika Serikat.

Misi diplomatik tersebut menunjukkan bahwa jalur negosiasi masih terbuka di tengah meningkatnya eskalasi konflik dan ketegangan militer antara kedua negara.

Hingga berita ini ditulis, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Trump di media sosial maupun mengenai laporan perjalanan dan konsultasi yang dilakukan para negosiator Qatar tersebut.


Tag


TERBARU

[X]
×