kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Harga Minyak Melonjak Lebih dari 4%, Konflik Mengancam Jalur Transit Minyak Utama


Rabu, 22 Juli 2026 / 17:39 WIB
Harga Minyak Melonjak Lebih dari 4%, Konflik Mengancam Jalur Transit Minyak Utama
ILUSTRASI. Harga minyak mentah kompak melonjak 4% dengan harga Brent sempat tembus ke level US$ 95 per barel pada perdagangan hari ini (22/7/2026) (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak naik ke level tertinggi hampir enam minggu pada hari ini, dengan minyak mentah Brent melampaui US$ 95 per barel, karena meningkatnya kekhawatiran tentang gangguan pada jalur pasokan Timur Tengah akibat meningkatnya permusuhan antara AS dan Iran dan ancaman terhadap pengiriman oleh milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Rabu (22/7/2026) pukul 17.00 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 naik US$ 3,82, atau 4,2%, menjadi US$ 94,83 per barel, setelah mencapai level tertinggi sesi di US$ 95,24 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2026 melonjak US$ 3,65, atau 4,33% ke US$ 87,99 per barel.

Kedua patokan tersebut menyentuh level tertinggi mereka sejak 11 Juni. Militer AS mengatakan telah melakukan serangan malam ke-11 berturut-turut terhadap Iran. Serangan AS terjadi tidak lama setelah tentara Kuwait mengatakan pertahanan udaranya mencegat drone Iran.

Baca Juga: JD.com Terancam Dakwaan Subsidi Uni Eropa atas Akuisisi Ceconomy US$ 2,5 Miliar

Selain konflik yang kembali memanas terkait kendali atas Selat Hormuz, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah membuka front baru dalam perang dengan mengancam akan menargetkan kapal-kapal yang membawa minyak Saudi di Selat Bab el-Mandeb dan mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi.

"Pasar energi kini menghadapi kekhawatiran terkait dua selat, dengan Selat Bab el-Mandeb yang tampaknya akan bergabung dengan Selat Hormuz sebagai titik panas, karena para pedagang memantau dengan cermat jumlah pengiriman di Laut Merah," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

Bab el-Mandeb di pintu masuk selatan Laut Merah telah menjadi jalur yang semakin penting bagi ekspor minyak mentah Arab Saudi karena lalu lintas melalui Selat Hormuz kembali menurun tajam sejak gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran runtuh awal bulan ini.

Tiga kapal tanker minyak yang bermuatan minyak mentah Saudi untuk China dan India berbalik arah di Laut Merah pada hari Selasa, menuju Terusan Suez daripada melewati pantai Yaman.

"Ancaman (Houthi) telah menyebabkan kapal tanker mengalihkan rute, yang dapat semakin menekan pasar fisik dan ekspor Saudi, sehingga mendorong harga naik," kata Frank Walbaum, analis pasar di platform perdagangan Naga.com.

Baca Juga: Harga Minyak Reli: Brent dan WTI Kompak Melonjak 2% di Tengah Hari Ini (22/7)

Sebagai tanggapan terhadap peringatan Houthi, kilang minyak Asia berupaya mengirimkan minyak mentah dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah Arab Saudi melalui Terusan Suez dan mengelilingi Afrika.

Meskipun stok minyak global telah berkurang di tengah konflik, data terbaru AS menunjukkan adanya peningkatan persediaan.

Data dari American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah dan distilat AS meningkat minggu lalu, sementara persediaan bensin menurun, kata sumber pasar.

Data inventaris ini dirilis sebelum angka resmi dari Badan Informasi Energi AS pada hari Rabu.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×