CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.962   0,00   0,00%
  • IDX 6.313   81,24   1,30%
  • KOMPAS100 833   10,51   1,28%
  • LQ45 634   6,43   1,02%
  • ISSI 217   2,56   1,19%
  • IDX30 357   3,02   0,85%
  • IDXHIDIV20 443   2,88   0,65%
  • IDX80 95   1,18   1,26%
  • IDXV30 119   0,73   0,62%
  • IDXQ30 115   0,73   0,64%

Dua Tanker Diserang di Oman, Konflik AS-Iran Kian Ancam Jalur Pelayaran Minyak


Senin, 20 Juli 2026 / 21:17 WIB
Dua Tanker Diserang di Oman, Konflik AS-Iran Kian Ancam Jalur Pelayaran Minyak
ILUSTRASI. Krisis Energi - Tanker di Muscat Oman (REUTERS/Benoit Tessier)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin meningkatkan risiko terhadap pelayaran internasional di Selat Hormuz. 

Dua kapal tanker yang dikelola perusahaan pelayaran Yunani, Dynacom Tankers, diserang proyektil saat berlayar di lepas pantai Oman pada Senin (20/7/2026), sementara satu kapal lainnya juga menjadi sasaran serangan drone di Laut Hitam.

Dynacom Tankers menyatakan kapal tanker berbendera Malta Kavomaleas dihantam dua proyektil yang memicu kebakaran di ruang mesin. 

Baca Juga: Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sebulan, Konflik AS-Iran Ganggu Pasokan

Insiden tersebut memaksa nakhoda mengaktifkan sistem pemadam kebakaran dan memutuskan mengevakuasi seluruh awak kapal. Otoritas Oman kemudian berhasil mengevakuasi seluruh kru ke daratan dalam kondisi selamat.

"Seluruh awak kapal selamat dan tidak ada laporan pencemaran terhadap lingkungan laut," kata Dynacom Tankers dalam pernyataannya.

Dalam insiden terpisah pada hari yang sama, kapal tanker berbendera Liberia Acheloos juga terkena proyektil saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz. Seluruh awak kapal dipastikan selamat dan kapal telah berlabuh untuk menjalani pemeriksaan kerusakan. 

Hingga kini, tidak ada laporan mengenai tumpahan minyak maupun pencemaran laut. Acheloos merupakan kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) yang mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak.

Perusahaan keamanan maritim Yunani Marisks menyebut kedua kapal tersebut diserang hampir bersamaan ketika melintasi koridor pelayaran selatan Selat Hormuz yang difasilitasi Amerika Serikat. 

Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Selat Hormuz Ditutup dan Harga Minyak Dunia Melonjak

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran menyatakan dua kapal tanker mengalami ledakan dan tidak dapat melanjutkan pelayaran setelah mencoba menggunakan jalur selatan yang dinilai tidak aman.

Namun, belum dapat dipastikan apakah pernyataan tersebut berkaitan langsung dengan insiden yang menimpa kapal-kapal Dynacom.

Di luar kawasan Teluk, Dynacom juga melaporkan kapal tanker Asia yang mereka kelola diserang drone saat berada di Terminal CPC Novorossiysk, Rusia, di Laut Hitam pada Senin pagi. 

Kebakaran yang timbul berhasil dipadamkan oleh awak kapal. Seluruh kru dilaporkan selamat, tidak terjadi pencemaran laut, dan kapal kini berada di area labuh untuk menjalani inspeksi serta penilaian kerusakan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×