Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Taiwan meningkatkan kapasitas patroli maritim di sekitar Kepulauan Pratas di Laut China Selatan yang disengketakan. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya aktivitas China di wilayah perairan tersebut.
Dalam pernyataan pada Rabu (23/9/2026) malam, Penjaga Pantai Taiwan atau Taiwan Coast Guard menyatakan kapasitas patroli dan penegakan hukum di perairan Pratas telah ditingkatkan secara menyeluruh.
Baca Juga: SoftBank Terbitkan Obligasi US$ 11,1 Miliar untuk Danai Investasi OpenAI
Peningkatan tersebut mencakup penempatan kapal patroli baru berbobot sekitar 100 ton di Pratas setelah proyek pembangunan dermaga selesai pada Juli 2026.
Menurut Penjaga Pantai Taiwan, kapal tersebut akan memperkuat kemampuan patroli di perairan dekat pulau serta mempercepat respons terhadap berbagai aktivitas di wilayah tersebut.
Selain itu, kapal patroli berukuran lebih besar kini dikerahkan secara rutin untuk melakukan patroli di sekitar Pratas.
Taiwan menyebut pola pengerahan tersebut memperkuat kemampuan penegakan hukum secara berlapis dan meningkatkan mobilitas patroli.
Kepulauan Pratas berada di antara Taiwan bagian selatan dan Hong Kong, dengan jarak lebih dari 400 kilometer dari Taiwan.
Lokasi tersebut dinilai oleh sejumlah pakar keamanan rentan terhadap potensi serangan China karena letaknya yang jauh dari wilayah utama Taiwan.
Baca Juga: Pengangguran Australia Tembus Level Tertinggi 5 Tahun, RBA Bersiap Naikkan Bunga
China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pemerintah di Taipei menolak klaim tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, China juga meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan.
China tidak mengakui klaim kedaulatan Taiwan atas Kepulauan Pratas. Kapal penjaga pantai China juga meningkatkan patroli di sekitar wilayah tersebut, dengan patroli terbaru berlangsung pada awal September.
Berbeda dengan sejumlah wilayah pertahanan Taiwan lainnya, keamanan Pratas berada di bawah tanggung jawab Penjaga Pantai Taiwan, bukan militer. Kepulauan tersebut juga memiliki landasan udara, tetapi tidak memiliki populasi sipil permanen.
Penjaga Pantai Taiwan mengatakan telah menyita sembilan kapal nelayan China di sekitar Pratas sejak awal 2026. Kapal-kapal tersebut kemudian dialihfungsikan untuk kegiatan patroli terumbu karang dan konservasi laut.
Kepulauan Pratas merupakan taman nasional dengan kondisi terumbu karang yang relatif masih alami karena aktivitas pariwisata di kawasan tersebut sangat terbatas.
Baca Juga: Meta Kejutkan Pasar, Mark Zuckerberg Perkenalkan Perangkat AI Genggam Meta Charm
Selain Pratas, Taiwan memiliki pos terdepan lainnya di Laut China Selatan, yakni Itu Aba di Kepulauan Spratly. Taiwan juga mengklaim kendali atas Zhongzhou Reef yang berada di sekitar kawasan tersebut.













