kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Impor Minyak Nabati India Diproyeksi Naik hingga Oktober, Harga CPO Bakal Menguat


Rabu, 22 Juli 2026 / 18:12 WIB
Impor Minyak Nabati India Diproyeksi Naik hingga Oktober, Harga CPO Bakal Menguat
ILUSTRASI. Ekspor CPO Meningkat (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Impor minyak nabati India diperkirakan meningkat sepanjang Juli hingga Oktober 2026 seiring menipisnya pasokan domestik menjelang musim festival.

Kondisi ini berpotensi menopang harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) global, termasuk menjadi sentimen positif bagi eksportir sawit Indonesia.

Sejumlah pelaku industri yang diwawancarai Reuters memperkirakan impor minyak nabati India akan mencapai rata-rata 1,5 juta ton per bulan pada periode Juli-Oktober.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak Lebih dari 4%, Konflik Mengancam Jalur Transit Minyak Utama

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata impor 1,3 juta ton per bulan pada delapan bulan pertama tahun pemasaran 2025/2026 yang berakhir pada Oktober.

Direktur Eksekutif Solvent Extractors' Association of India (SEA), B.V. Mehta mengatakan, peningkatan impor diperlukan karena pasokan minyak nabati dalam negeri terus menyusut.

"Pengolahan kedelai dan rapeseed domestik melambat karena pasokan dari panen tahun lalu hampir habis. Dengan menurunnya pasokan minyak nabati lokal, impor harus ditingkatkan dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi permintaan," ujarnya.

Mehta memperkirakan total impor minyak nabati India pada tahun pemasaran 2025/2026 akan mencapai 16,3 juta ton, naik dari sekitar 16 juta ton pada tahun sebelumnya.

India merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia dan memenuhi hampir dua pertiga kebutuhan konsumsi domestiknya melalui impor.

Produksi biji minyak dalam negeri belum mampu mengimbangi pertumbuhan konsumsi selama dua dekade terakhir.

Baca Juga: JD.com Terancam Dakwaan Subsidi Uni Eropa atas Akuisisi Ceconomy US$ 2,5 Miliar

Chief Executive Sunvin Group Sandeep Bajoria mengatakan, perusahaan penyulingan di India kini agresif membeli minyak sawit dan minyak kedelai untuk pengiriman beberapa bulan ke depan sebagai persiapan menghadapi musim festival.

India akan memasuki rangkaian perayaan besar mulai Agustus hingga November, periode ketika konsumsi minyak nabati biasanya meningkat signifikan.

Selain meningkatkan pembelian dari pemasok tradisional seperti Indonesia dan Malaysia, importir India juga mulai mendiversifikasi sumber pasokan minyak sawit dari Amerika Selatan dan Afrika. Untuk minyak kedelai, pembelian juga dilakukan dari China dan Turki.

Managing Partner GGN Research Rajesh Patel memperkirakan impor minyak sawit India pada Juli akan melonjak hingga 54% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi sekitar 750.000 ton, yang merupakan level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Baca Juga: Harga Minyak Reli: Brent dan WTI Kompak Melonjak 2% di Tengah Hari Ini (22/7)

Peningkatan permintaan dari India diperkirakan akan mengurangi persediaan minyak sawit di negara pemasok utama seperti Indonesia dan Malaysia, sekaligus mendukung harga kontrak berjangka CPO Malaysia dan minyak kedelai di pasar global.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×