Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Impor minyak sawit India pada Maret 2026 tercatat turun signifikan seiring kenaikan harga minyak nabati global yang mengikuti tren pasar energi. Kondisi ini mendorong pelaku industri pengolahan menahan pembelian.
Berdasarkan data Solvent Extractors' Association of India (SEA), impor minyak sawit India pada Maret turun hampir 19% secara bulanan menjadi 689.462 metrik ton, level terendah sejak Desember 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 847.689 ton.
Penurunan impor ini mencerminkan strategi pelaku industri yang menunggu koreksi harga setelah reli tajam minyak nabati tropis. Namun, kondisi tersebut berpotensi menggerus stok domestik dan mendorong kenaikan harga minyak biji-bijian lokal di India.
Impor Minyak Nabati Lain Beragam
Selain minyak sawit, impor minyak kedelai (soyoil) India juga mengalami penurunan sebesar 4% menjadi 287.220 ton. Sebaliknya, impor minyak bunga matahari (sunflower oil) justru meningkat sekitar 35% menjadi 196.486 ton.
Baca Juga: Penjualan Barang Mewah Anjlok 30%–50% di Dubai Usai Konflik Timur Tengah
Secara keseluruhan, total impor minyak nabati India turun lebih dari 9% menjadi 1,17 juta ton pada Maret, yang merupakan level terendah sejak April 2025. Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya pembelian minyak sawit dan soyoil.
Sumber Impor dan Dinamika Pasokan
India mengandalkan pasokan minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia. Sementara itu, minyak kedelai dan minyak bunga matahari diimpor dari negara seperti Argentina, Brazil, Russia, dan Ukraine.
Di sisi lain, meningkatnya pasokan minyak rapeseed dari panen musim baru turut membantu menekan kebutuhan impor dalam jangka pendek.
Pelaku pasar menilai pembeli saat ini cenderung menunggu harga turun sebelum kembali meningkatkan impor. Jika harga tidak segera melemah dalam beberapa pekan ke depan, India diperkirakan akan kembali meningkatkan pembelian dari pasar global untuk mengisi kembali stok domestik.













