Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Penjual minyak Rusia memangkas harga ekspor ke China ke level diskon tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini dilakukan untuk menarik minat pembeli di negara importir minyak terbesar di dunia tersebut, sekaligus mengantisipasi potensi penurunan permintaan dari India.
Reuters melaporkan, para pelaku pasar menyebutkan, diskon melebar setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, yang di antaranya mencakup penghentian pembelian minyak dari Rusia. Namun, detail terkait waktu dan mekanismenya belum dijelaskan secara rinci.
Jika India benar-benar menghentikan impor, China berpotensi menjadi satu-satunya klien besar bagi minyak murah Rusia. Saat ini, Rusia (eksportir minyak terbesar kedua di dunia) sudah menghadapi penurunan permintaan dari India akibat sanksi Barat, yang mendorong meningkatnya volume minyak Rusia yang menganggur di penyimpanan terapung (floating storage).
Analis JPMorgan yang dipimpin Natasha Kaneva memperkirakan India masih akan mengimpor minyak Rusia sekitar 800.000 hingga 1 juta barel per hari, atau sekitar 17%–21% dari total impor minyak mentah India, pasca kesepakatan dagang tersebut.
Sebagai perbandingan, impor minyak Rusia oleh India sempat mencapai puncak sekitar 2 juta barel per hari pada Juni tahun lalu.
Baca Juga: Ramalan Dalio: Emas Kembali Jadi Raja, Cek Target Harga dari Wall Street
“China, khususnya kilang independen di Shandong, menjadi penerima manfaat utama dari tren ini. Mereka menyerap sebagian besar minyak Rusia yang tersisih, sekaligus meningkatkan margin, tingkat operasi kilang, dan cadangan strategis berkat diskon besar dan kebijakan domestik yang mendukung,” tulis analis JPMorgan dalam catatan tertanggal 4 Februari.
Diskon Minyak Rusia Makin Lebar
Diskon untuk minyak ESPO Blend yang dikirim dari pelabuhan Kozmino di Pasifik ke China melebar hingga mendekati US$ 9 per barel terhadap harga acuan ICE Brent. Angka ini naik dari kisaran US$ 7–US$ 8 per barel dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, diskon untuk minyak jenis Urals, yang biasanya dikirim dari kawasan Baltik dan umumnya ditujukan ke India, berada di sekitar US$ 12 per barel dan berpotensi melebar lebih jauh.
“Dalam beberapa bulan terakhir, pembeli China menikmati diskon terendah dalam beberapa tahun untuk minyak Rusia. Bahkan, sebagian mengurangi impor minyak Iran demi menyerap lebih banyak minyak Rusia,” kata analis Vortexa, Emma Li.
Baca Juga: Sentimen 'Extreme Fear' Bayangi Penurunan Bitcoin, Berisiko Anjlok ke US$ 38.000?












