kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Rusia Terpaksa Obral Harga Minyak Setelah India Berpaling, China Cuan Besar


Jumat, 06 Februari 2026 / 04:39 WIB
Rusia Terpaksa Obral Harga Minyak Setelah India Berpaling, China Cuan Besar
ILUSTRASI. Impor minyak China mencapai rekor, tapi Rusia terpaksa obral harga. Pemicunya adalah pergeseran strategi energi India yang mengejutkan. (DOK/sledanounas.ru)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ia menambahkan, jika penurunan pembelian dari India berlanjut, diskon yang lebih dalam kemungkinan akan mendorong tren ini terus berlanjut dalam waktu dekat.

Kilang independen China, yang dikenal sebagai teapots, masih menjadi pembeli utama minyak yang terkena sanksi. Volume minyak Rusia yang masuk ke pusat kilang teapot di Provinsi Shandong pada Januari tercatat mencapai rekor tertinggi.

Sebaliknya, kilang milik negara China menghentikan pembelian minyak Rusia lewat jalur laut sejak Oktober, setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap produsen Rusia seperti Rosneft dan Lukoil.

Batas Daya Serap China

Meski demikian, para analis menilai China kemungkinan mulai mendekati batas maksimum dalam menyerap minyak Rusia, terutama jika kilang milik negara tetap menahan diri.

Data Kpler menunjukkan, impor minyak Rusia lewat jalur laut ke China melonjak ke rekor sekitar 1,7 juta barel per hari pada Januari. Pada saat yang sama, impor India turun menjadi sekitar 1,1 juta barel per hari, terendah sejak November 2022.

Sementara itu, OilX mencatat impor China sebesar 1,64 juta barel per hari pada Januari, tertinggi sejak Maret 2024.

Analis menilai kilang independen China tidak memiliki kapasitas untuk menyerap seluruh kelebihan pasokan minyak Rusia.

Tonton: Vortexa Sebut Minyak Rusia Masuk RI, Pertamina Bantah!

“Dengan meningkatnya stok di dalam negeri, kami memperkirakan aliran minyak Rusia ke China akan menurun mulai Maret, setelah lonjakan pada Januari–Februari 2026,” kata Sun Jianan, analis senior Energy Aspects.

Emma Li dari Vortexa menambahkan, tanpa kembalinya minat dari kilang milik negara, Rusia masih akan menghadapi pasar yang kelebihan pasokan, meskipun penyerapan oleh kilang teapot cukup kuat.

Meski begitu, ada potensi tambahan permintaan setelah CNPC berencana menghidupkan kembali salah satu unit kilangnya di Dalian pada pertengahan tahun ini, yang diperkirakan akan memanfaatkan margin tinggi dari minyak Rusia.

Selanjutnya: Bedah Perdagangan Saham BEI 5 Februari 2026, Melacak Jejak Smart Money




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×