kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Klaim Pengangguran AS Naik ke 231.000, Cuaca Ekstrem Jadi Faktor


Kamis, 05 Februari 2026 / 21:08 WIB
Klaim Pengangguran AS Naik ke 231.000, Cuaca Ekstrem Jadi Faktor
ILUSTRASI. Badai Musim Dingin di Amerika Serikat (AS) (REUTERS/Nick Oxford)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Jumlah warga Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim awal tunjangan pengangguran meningkat lebih besar dari perkiraan pada pekan lalu.

Kenaikan ini kemungkinan dipicu oleh badai salju yang melanda sebagian besar wilayah AS, meskipun kondisi pasar tenaga kerja secara keseluruhan masih dinilai stabil.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis (5/2/2026) melaporkan bahwa klaim awal tunjangan pengangguran negara bagian naik 22.000 menjadi 231.000 (disesuaikan secara musiman) untuk pekan yang berakhir pada 31 Januari.

Baca Juga: Bank Sentral Eropa (ECB) Tahan Suku Bunga, Isyaratkan Kebijakan Tetap Stabil

Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan ekonom yang disurvei Reuters, yang memproyeksikan klaim berada di level 212.000.

Badai salju lebat dan suhu beku yang melanda banyak wilayah AS menjelang akhir Januari diduga menyebabkan sebagian pekerja kehilangan pekerjaan secara sementara.

Kenaikan klaim juga diperkirakan dipengaruhi oleh volatilitas data di pergantian tahun yang mulai teredam.

Di luar faktor musiman tersebut, pasar tenaga kerja AS masih berada dalam kondisi yang oleh ekonom disebut sebagai “low hire, low fire”, yakni tingkat perekrutan dan pemutusan hubungan kerja yang sama-sama rendah, meskipun beberapa perusahaan besar seperti United Parcel Service (UPS) dan Amazon.com baru-baru ini mengumumkan pemutusan hubungan kerja.

Para ekonom menilai stagnasi pasar tenaga kerja dipicu oleh ketidakpastian akibat tarif impor serta meningkatnya adopsi kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: BoE Tahan Suku Bunga 3,75%, Voting Ketat Buka Peluang Pemangkasan Tahun Ini

Faktor ini membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam menentukan kebutuhan tenaga kerja, seiring pengalihan sumber daya ke teknologi AI.

Meski demikian, para ekonom tetap optimistis pertumbuhan lapangan kerja akan membaik tahun ini, ditopang oleh pemangkasan pajak yang mendukung belanja konsumen.

Sementara itu, jumlah penerima tunjangan pengangguran berkelanjutan indikator yang mencerminkan kondisi perekrutan meningkat 25.000 menjadi 1,844 juta orang (disesuaikan secara musiman) pada pekan yang berakhir 24 Januari.

Data klaim pengangguran ini tidak memengaruhi laporan ketenagakerjaan Januari, yang akan dirilis pada Rabu pekan depan.

Laporan tersebut semula dijadwalkan terbit Jumat, namun tertunda akibat penutupan sementara pemerintahan federal AS selama tiga hari yang baru saja berakhir.

Baca Juga: Emas dan Perak Rontok Kamis (5/2) Sore, Dolar AS Perkasa dan TensI AS-China Mereda

Perkiraan ekonom untuk pertumbuhan nonfarm payrolls saat ini mengerucut pada penambahan sekitar 70.000 lapangan kerja, setelah pada Desember lalu hanya bertambah 50.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran diproyeksikan tetap stabil di 4,4%.

Stabilitas pasar tenaga kerja ini dinilai dapat mendorong Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuannya setidaknya hingga paruh pertama tahun ini.

Pekan lalu, bank sentral AS tersebut memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%.

Selanjutnya: Dividen Interim Rp 9,3 Triliun, Bank Mandiri Klaim Fundamental Masih Kuat

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 6 Februari 2026, Keadaan Harmonis




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×