kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.988.000   -4.000   -0,13%
  • USD/IDR 17.017   7,00   0,04%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Harga BBM AS Tembus US$3,75 per Galon, Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa


Rabu, 18 Maret 2026 / 05:14 WIB
Harga BBM AS Tembus US$3,75 per Galon, Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa
ILUSTRASI. Harga BBM di LA Amerika Serikat (AS) (REUTERS/Mike Blake)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga bensin di Amerika Serikat (AS) melonjak tajam dan menembus level US$3,75 per galon untuk pertama kalinya sejak Oktober 2023, seiring gangguan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data GasBuddy, rata-rata nasional harga bensin bahkan telah mencapai US$3,83 per galon pada Selasa (17/3/2026) sore waktu setempat.

Kenaikan ini terjadi setelah harga melonjak sekitar 84 sen sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke Iran.

Baca Juga: Macron Bantah Trump: Paris Ogah Ikut Operasi Militer Selat Hormuz

Lonjakan harga BBM ini dipicu oleh terganggunya pasokan dari kawasan Timur Tengah, salah satu wilayah penghasil minyak terbesar di dunia.

Serangan Iran terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz turut menghambat ekspor minyak dari negara-negara Teluk.

Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah global naik signifikan. Harga minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), tercatat melonjak dari US$67,02 per barel menjadi US$96,16 dalam periode yang sama.

Tekanan ke Konsumen dan Politik

Kenaikan harga bahan bakar ini berpotensi menekan daya beli masyarakat AS, sekaligus menjadi isu sensitif secara politik.

Baca Juga: Brasil dan China Bersitegang soal Kedelai, Apa Akar Masalahnya?

Kebijakan Donald Trump yang mendukung serangan terhadap Iran dinilai mulai memicu ketidakpuasan publik, terutama menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang yang akan menentukan kendali Kongres.

Padahal, Trump kembali terpilih pada 2024 dengan janji utama menurunkan biaya energi bagi masyarakat.

Pasokan Cukup, Harga Tetap Naik

Meski demikian, secara domestik pasokan bahan bakar di AS sebenarnya masih relatif aman.

Baca Juga: Perkiraan Idul Fitri 2026 di Arab Saudi Menurut Para Astronom

Persediaan bensin tercatat setara 28,5 hari kebutuhan pada akhir pekan lalu, level tertinggi untuk periode ini sejak 2021.

Namun, harga di tingkat konsumen tetap meningkat karena pasar global yang semakin ketat dan lonjakan harga minyak mentah, yang merupakan komponen utama dalam pembentukan harga BBM ritel.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×