Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - LONDON. Bank of England (BoE) memutuskan menahan suku bunga acuannya pada level 3,75% pada Kamis (5/2/2026).
Namun keputusan tersebut diambil melalui voting yang jauh lebih ketat dari perkiraan, yakni 5 banding 4, dan disertai sinyal kuat bahwa pemangkasan suku bunga masih sangat mungkin dilakukan tahun ini apabila penurunan inflasi yang diperkirakan dalam beberapa bulan ke depan terbukti berkelanjutan.
Keputusan ini sejalan dengan mayoritas proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters menjelang rapat Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) Februari.
Baca Juga: Bank of England Longgarkan Persyaratan Modal Bank Demi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Meski demikian, pasar sebelumnya memperkirakan voting yang lebih tegas, yakni 7 banding 2 untuk mempertahankan suku bunga.
Di tengah pemangkasan signifikan terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun ini dan kenaikan perkiraan tingkat pengangguran, BoE tetap memilih mempertahankan suku bunga.
Andrew Bailey: Ada Ruang untuk Pemangkasan Lanjutan
Gubernur BoE Andrew Bailey termasuk dalam lima anggota MPC yang mendukung keputusan menahan suku bunga. Ia menegaskan posisinya dapat berubah jika penurunan inflasi menuju target 2% mulai April nanti terlihat berkelanjutan.
“Kami perlu memastikan inflasi tetap berada di sana, sehingga hari ini kami mempertahankan suku bunga di 3,75%,” kata Bailey dalam pernyataannya. “Jika semuanya berjalan baik, akan ada ruang untuk beberapa pemangkasan lebih lanjut pada Bank Rate tahun ini.”
Bailey menekankan tidak memiliki tanggal pasti untuk pemangkasan berikutnya. Namun, hasil voting yang lebih sempit dari perkiraan berpotensi mendorong investor memajukan ekspektasi waktu pemangkasan suku bunga.
Sebelum pengumuman ini, pasar futures suku bunga memperkirakan peluang kecil pemangkasan pada Maret dan hanya sekitar 60% kemungkinan pemangkasan pada April.
Inflasi Turun Lebih Cepat dari Perkiraan
BoE selama ini bergerak hati-hati karena Inggris mencatat tingkat inflasi tertinggi di antara negara-negara ekonomi besar dan maju. Sepanjang 2025, BoE telah memangkas suku bunga sebanyak empat kali, termasuk pemangkasan seperempat poin pada Desember lalu yang juga diputuskan lewat voting tipis 5-4.
Baca Juga: Bank of England Ingatkan Risiko Bubble AI Jika Pasar Melampaui Imbal Hasil
Bank sentral kini memperkirakan inflasi akan turun mendekati target 2% pada April, jauh lebih cepat dibandingkan proyeksi awal November. Penurunan ini sebagian besar didukung kebijakan dalam anggaran Menteri Keuangan Rachel Reeves pada akhir November.
Namun BoE menegaskan perlu memastikan bahwa penurunan tersebut bukan sekadar fenomena sementara.
Proyeksi staf BoE menunjukkan inflasi berpotensi turun hingga 1,7% sebelum kembali stabil di sekitar target 2% mulai kuartal II tahun depan hingga akhir periode proyeksi tiga tahun.
Perbedaan Pandangan di Internal MPC
Tiga dari lima anggota MPC yang mendukung penahanan suku bunga — Kepala Ekonom Huw Pill, Deputi Gubernur Clare Lombardelli, dan anggota eksternal Megan Greene — mengakui tekanan inflasi melemah, tetapi tetap menginginkan periode kebijakan ketat yang lebih lama guna memastikan inflasi tidak kembali meningkat.
Sementara Bailey dan Catherine Mann menilai bukti untuk pemangkasan lanjutan semakin menguat, meski belum cukup meyakinkan.
Empat anggota yang mendukung pemangkasan — Deputi Gubernur Dave Ramsden dan Sarah Breeden, serta Swati Dhingra dan Alan Taylor — justru khawatir inflasi bisa turun terlalu rendah seiring melemahnya ekonomi.
Proyeksi Ekonomi Memburuk, Upah Melambat
BoE memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris tahun 2026 menjadi 0,9% dari sebelumnya 1,2%, sebelum diperkirakan kembali pulih pada 2027 dan 2028. Proyeksi puncak pengangguran juga dinaikkan menjadi 5,3% dari sebelumnya 5,1%.
Baca Juga: Gubernur Bank of England Ingatkan Kebangkrutan 2 Perusahaan AS Jadi Sinyal Bahaya
Meski ekonomi melambat, pertumbuhan upah sektor swasta diperkirakan hanya melambat perlahan, menjadi 3,3% pada akhir 2026 dari 3,4% pada akhir 2025. BoE menyebut pertumbuhan upah sekitar 3,25% konsisten dengan inflasi sesuai target.
Survei BoE yang dirilis bersamaan dengan keputusan ini menunjukkan perusahaan memperkirakan kenaikan gaji sebesar 3,4% tahun ini, turun dari 4% pada 2025.
Sinyal Pelonggaran, Tapi Dengan Hati-Hati
Dalam panduan kebijakannya, MPC menyatakan bahwa berdasarkan bukti saat ini, suku bunga kemungkinan masih akan diturunkan lebih lanjut. Namun, keputusan selanjutnya akan menjadi semakin sulit dan sangat bergantung pada perkembangan prospek inflasi.
Bailey dan anggota MPC dijadwalkan menggelar konferensi pers pada pukul 12.30 GMT, di mana mereka diperkirakan akan menanggapi pertanyaan terkait lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Inggris dalam dua hari terakhir, serta kekhawatiran pasar terhadap dinamika politik domestik.













