kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 16.999   34,00   0,20%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, Apa Dampaknya pada Perdagangan AS?


Jumat, 06 Februari 2026 / 06:46 WIB
India Pangkas Pembelian Minyak Rusia, Apa Dampaknya pada Perdagangan AS?
ILUSTRASI. Keputusan India berhenti beli minyak Rusia berujung kesepakatan dagang besar dengan AS. Langkah ini bisa mengubah lanskap ekonomi dua negara. (Carolyn Kaster/Pool/Files/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - India dan Amerika Serikat diperkirakan akan menandatangani perjanjian dagang resmi pada Maret 2026. Setelah kesepakatan diteken, India akan menurunkan tarif impor untuk sejumlah produk asal AS.

Mengutip Reuters, Menteri Perdagangan India, Piyush Goyal, mengatakan kedua negara akan mengeluarkan pernyataan bersama dalam empat hingga lima hari ke depan. Setelah itu, Amerika Serikat akan memangkas tarif atas ekspor India menjadi 18% dari sebelumnya 50%.

Sebagai bagian dari kesepakatan, India juga akan membeli sekitar US$ 500 miliar barang dari Amerika Serikat dalam lima tahun ke depan. Pembelian tersebut mencakup US$ 70–80 miliar untuk pesawat Boeing.

Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman pada Senin, di mana Presiden AS Donald Trump memangkas tarif atas produk India sebagai imbalan atas keputusan New Delhi untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia, menurunkan tarif, serta meningkatkan impor barang asal AS.

“Perjanjian formal akan memakan waktu sekitar 30–45 hari dan akan ditandatangani pada bulan Maret,” kata Goyal kepada wartawan di New Delhi.

Baca Juga: AS: Trump Lebih Memilih Diplomasi Dengan Iran, Tapi Peringatkan Opsi Militer

India Tingkatkan Impor Energi, Pesawat, dan Chip dari AS

Goyal menambahkan, India akan meningkatkan pembelian energi, pesawat terbang, serta semikonduktor (chip) dari Amerika Serikat. Ia memperkirakan nilai pesanan pesawat, termasuk mesin dan suku cadang, bisa mencapai sekitar US$ 100 miliar.

Sebelumnya, Air India yang dimiliki Tata Group mengumumkan telah memesan hampir 200 pesawat dari Boeing. Maskapai lain, Akasa Air, juga memiliki pesanan sebanyak 226 unit Boeing 737 MAX.

Pasar Saham India Menguat, Oposisi Soroti Sektor Pertanian

Pasar saham India menguat setelah pengumuman kesepakatan dagang tersebut, karena dinilai mengurangi ketidakpastian dalam hubungan ekonomi antara dua negara sekutu itu.

Namun, partai oposisi utama di India mendesak pemerintah untuk membuka detail perjanjian, terutama terkait potensi dampaknya terhadap sektor pertanian.

Tonton: Ray Dalio: Emas Tetap Aset Teraman di Tengah Ketidakpastian Global

Pejabat dari kedua negara menyatakan bahwa India akan memberikan akses terbatas bagi produk pertanian AS, namun tetap mempertahankan perlindungan utama bagi petani dan pasar domestik.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×