kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.977   -52,00   -0,31%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Iran Hantam Fasilitas Minyak Qatar dan Saudi, Hormuz Resmi Ditutup!


Kamis, 19 Maret 2026 / 05:15 WIB
Iran Hantam Fasilitas Minyak Qatar dan Saudi, Hormuz Resmi Ditutup!
ILUSTRASI. Rudal Iran Menghantam Tel Aviv (REUTERS/Gideon Markowicz)


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - DUBAI/JERUSALEM/BEIRUT – Eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran mencapai titik didih baru pada Rabu (18/3). Ladang gas raksasa milik Iran, Pars, dihantam serangan hebat yang memicu aksi balasan brutal dari Teheran ke jantung infrastruktur energi Teluk. Dampaknya, harga minyak mentah dunia langsung melesat dan pasar saham global terjerembap.

Raksasa energi Qatar, QatarEnergy, melaporkan "kerusakan luas" pada Ras Laffan Industrial City, pusat industri energi vital, akibat hantaman rudal Iran. Di saat yang sama, Arab Saudi mengonfirmasi telah mencegat empat rudal balistik yang menyasar Riyadh serta menggagalkan serangan drone ke fasilitas gas di wilayah timur kerajaan.

Presiden Prancis Tolak Ajakan Trump! Macron Tak Mau Ikut Buka Blokade Selat Hormuz

Guncangan ini memperparah gangguan pasokan energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di Amerika Serikat, harga bahan bakar diesel telah menembus US$ 5 per galon untuk pertama kalinya sejak lonjakan inflasi 2022. Kondisi ini memberikan tekanan politik berat bagi Presiden AS Donald Trump.

Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 5% hingga bertengger di atas US$ 108 per barel. Situasi makin genting setelah Iran secara resmi menutup Selat Hormuz, jalur urat nadi yang mengalirkan 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, melaporkan kepada Kongres bahwa meski kekuatan pemerintahan Iran telah menurun sejak perang pecah pada 28 Februari 2025, namun Teheran dan proksinya terbukti masih sangat mampu menghantam kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.

Baca Juga: Sejumlah Negara Tegas Menolak Ajakan Koalisi Militer Donald Trump Rebut Selat Hormuz

Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa pemerintahan Trump akan mengumumkan langkah strategis dalam 24 hingga 48 jam ke depan untuk mengatasi lonjakan harga bahan bakar yang mulai mencekik ekonomi domestik.

Teheran tidak main-main. Melalui kantor berita Fars, Iran merilis daftar fasilitas minyak dan gas regional yang kini berstatus "target langsung dan sah", antara lain:

  • Pertama, Arab Saudi: Kilang Samref dan Kompleks Petrokimia Jubail.
  • Kedua, UEA: Ladang Gas Al Hosn.
  • Ketiga, Qatar: Kompleks Petrokimia Mesaieed, Mesaieed Holding Company, dan Ras Laffan.

Pihak Iran telah mengeluarkan peringatan agar fasilitas tersebut segera dikosongkan sebelum serangan gelombang berikutnya diluncurkan.

Di front utara, militer Israel mengguyur pusat kota Beirut dengan serangan udara paling intens dalam beberapa dekade terakhir. Israel mengonfirmasi telah menewaskan Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, hanya sehari setelah membunuh kepala keamanan Ali Larijani.

Tonton: Dramatis! Kapal Mulai Lewat Hormuz, Harga Minyak Dunia Turun Tajam

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa tidak ada seorang pun di Iran yang memiliki imunitas. "Semua orang berada dalam bidikan," tegasnya.

Sebagai balasan atas kematian Larijani, Iran menghujani Tel Aviv, Haifa, dan Beersheba dengan rudal, yang menelan korban jiwa di dekat Tel Aviv. Teheran juga mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Irak, Yordania, Kuwait, Arab Saudi, dan UEA.

Berdasarkan data lembaga hak asasi manusia HRANA, diperkirakan lebih dari 3.000 orang tewas di Iran sejak serangan AS-Israel dimulai pada akhir Februari. Di Lebanon, otoritas setempat melaporkan 900 korban jiwa dan 800.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Serangan balasan Iran juga dilaporkan memakan korban jiwa di Irak dan negara-negara Teluk lainnya.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×