kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

India Bebaskan Pajak Obligasi Asing, Investor Luar Negeri Langsung Serbu Pasar


Rabu, 10 Juni 2026 / 15:07 WIB
India Bebaskan Pajak Obligasi Asing, Investor Luar Negeri Langsung Serbu Pasar
ILUSTRASI. INDIA-REGULATOR/OFFSHORE INVESTMENT (REUTERS/Francis Mascarenhas)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Pemerintah India memutuskan untuk membebaskan investor asing dari pajak atas obligasi pemerintah serta memperluas akses ke pasar surat utang. Kebijakan ini diperkirakan akan meningkatkan daya tarik India bagi investor luar negeri, mendorong aliran modal baru, dan memperkuat peluang masuk negara tersebut ke indeks global.

Langkah-langkah kebijakan diumumkan pada Jumat lalu sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak yang menekan nilai tukar dan neraca eksternal India. Pemerintah menghapus pajak pemotongan (withholding tax) dan pajak keuntungan modal (capital gains tax) bagi investasi asing di obligasi pemerintah.

Selain itu, akses terhadap berbagai surat utang kini lebih luas tanpa batasan investasi, serta diperkenalkan insentif bagi bank untuk menghimpun simpanan valas dari warga India non-residen dan bagi perusahaan untuk memperoleh pinjaman luar negeri.

Baca Juga: Minat Investor Membludak, IPO SpaceX Oversubscribed 4 Kali

“Perubahan ini benar-benar menjadi game-changer untuk aliran dana asing,” kata Jennifer Taylor, kepala Emerging Market Debt dan Systematic Fixed Income di State Street Investment Management, yang mengelola sekitar US$ 5,6 triliun aset.

Sejak kebijakan diumumkan, laju aliran modal asing meningkat signifikan, dengan pembelian obligasi pemerintah senilai lebih dari US$ 1 miliar hanya dalam tiga sesi perdagangan. Sebelumnya, sepanjang tahun berjalan, pembelian hanya mencapai US$ 1,6 miliar. Imbal hasil obligasi pemerintah turun 10–30 basis poin di seluruh kurva, dengan penurunan terbesar pada tenor pendek.

Taylor menilai penghapusan pajak membuat obligasi pemerintah India lebih menarik secara relatif, dan mendorong partisipasi investor asing di seluruh kurva imbal hasil, yang pada gilirannya dapat menurunkan biaya pinjaman pemerintah.

Beberapa investor menekankan bahwa reformasi ini dapat memberikan dampak jangka panjang yang lebih besar dengan membuka jalan bagi obligasi India masuk ke indeks global, seperti Bloomberg Global Aggregate Index. Hal ini akan membawa aliran modal yang lebih stabil dan dapat diprediksi.

Niel Clement, manajer portofolio di BNP Paribas Asset Management, menyebut langkah-langkah ini memperluas peluang bagi investor asing, mengarahkan aliran dana ke pasar domestik, dan memperkuat posisi India untuk masuk ke indeks global. Bloomberg Index Services diperkirakan akan meminta masukan investor bulan ini terkait kemungkinan penambahan obligasi pemerintah India ke indeks utamanya.

Meski demikian, para investor memperingatkan bahwa prospek aliran modal asing tetap bergantung pada stabilitas rupee. “Masalah utama bagi investor luar negeri tetap pada mata uang,” kata Rong-Ren Goh, kepala makro dan tematik Asia Fixed Income di Eastspring Investments. Pelemahan rupee telah menurunkan daya tarik obligasi India, meski setelah penghapusan pajak obligasi, nilai tukar mendapat sedikit pelepasan dan terakhir berada di 95,16 per dolar AS.

Ekonom Citi merevisi perkiraan neraca pembayaran India secara signifikan, dari defisit US$ 60 miliar menjadi surplus US$ 5 miliar, yang diharapkan dapat mendukung stabilitas rupee. Namun, volatilitas suku bunga global dan tekanan inflasi akibat harga energi masih menjadi tantangan bagi pasar obligasi.

Investor menilai, dengan langkah-langkah baru ini, India menunjukkan pendekatan konstruktif untuk memperluas akses pasar dan mendorong aliran modal asing dalam jangka panjang.

Baca Juga: Dianggap Bantu Militer China, AS Masukkan Perusahaan Ini Dalam Daftar Khusus




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×