kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Kutipan: Gubernur Bank of England Buka Peluang Penurunan Suku Bunga Usai Voting Ketat


Kamis, 05 Februari 2026 / 21:54 WIB
Kutipan: Gubernur Bank of England Buka Peluang Penurunan Suku Bunga Usai Voting Ketat
ILUSTRASI. Gubernur Bank of England (BoE) Andrew Bailey (via REUTERS/Carl Court)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank of England (BoE) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 3,75% setelah hasil pemungutan suara yang ketat, yakni 5 berbanding 4.

Gubernur BoE Andrew Bailey serta anggota eksternal Komite Kebijakan Moneter Catherine Mann menyatakan bahwa mereka bisa bergabung dengan kubu yang mendorong penurunan suku bunga pada tahap tertentu ke depan.

Berikut sejumlah pernyataan kunci Bailey dalam konferensi pers pada Kamis (5/2/2026):

Baca Juga: Klaim Pengangguran AS Naik ke 231.000, Cuaca Ekstrem Jadi Faktor

Arah Kebijakan Suku Bunga ke Depan

“Berdasarkan bukti yang ada saat ini, suku bunga bank kemungkinan masih akan diturunkan lebih lanjut, tetapi setiap keputusan untuk melonggarkan kebijakan ke depan akan menjadi pertimbangan yang semakin ketat.”

Bailey menegaskan adanya risiko di kedua sisi kebijakan. Penurunan suku bunga yang terlalu cepat atau terlalu besar berpotensi membuat tekanan inflasi bertahan lebih lama dan memaksa bank sentral berbalik arah.

Sebaliknya, menunggu terlalu lama untuk melonggarkan kebijakan bisa berujung pada perlambatan ekonomi yang lebih tajam dan pada akhirnya juga berdampak pada inflasi.

Baca Juga: Bank Sentral Eropa (ECB) Tahan Suku Bunga, Isyaratkan Kebijakan Tetap Stabil

“Jika ekonomi dan prospek inflasi berkembang sesuai perkiraan kami, masih ada ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter ke depan. Namun, setiap pemangkasan suku bunga akan membuat pertanyaan tentang sejauh mana langkah selanjutnya menjadi semakin krusial.”

Bailey juga menilai ekspektasi pasar terhadap jalur suku bunga saat ini cukup sejalan dengan pandangannya, meskipun ia menegaskan bahwa pasar belum mencerminkan secara pasti waktu maupun skala perubahan kebijakan di masa depan.

“Kita memasuki dunia yang lebih stabil, di mana diskusi mengenai tingkat suku bunga netral menjadi lebih relevan. Saya tidak akan mengafirmasi angka tertentu, tetapi kurva pasar saat ini cukup masuk akal. Kita lihat saja ke mana akhirnya akan bergerak.”

Baca Juga: BoE Tahan Suku Bunga 3,75%, Voting Ketat Buka Peluang Pemangkasan Tahun Ini

Pandangan soal Inflasi

Bailey menyatakan bahwa risiko inflasi yang bertahan lama semakin berkurang.

“Penilaian kebijakan utama kami adalah bahwa risiko dari persistensi inflasi yang lebih tinggi terus menurun.”

Meski pertumbuhan upah masih melambat secara bertahap, analisis terbaru staf BoE memberikan keyakinan bahwa perubahan struktural dalam penetapan upah tidak akan terus menambah tekanan inflasi.

“Kami masih perlu melihat lebih banyak bukti bahwa inflasi benar-benar kembali ke target secara berkelanjutan. Fokusnya adalah pada apa yang saya sebut sebagai inflasi dasar.”

Bailey menambahkan bahwa secara historis, penurunan inflasi yang tercermin dalam data biasanya akan menurunkan ekspektasi inflasi, yang pada akhirnya meningkatkan keyakinan bank sentral bahwa kebijakan berada di jalur yang tepat.

Baca Juga: Diskon Minyak Rusia ke China Pecahkan Rekor, Imbas Potensi Setop Impor India

Ketidakpastian Politik Inggris

Menanggapi dinamika politik Inggris, termasuk kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer dan penunjukan Peter Mandelson sebagai utusan Inggris untuk AS, Bailey menegaskan bahwa pasar keuangan tetap stabil.

“Kondisi pasar pagi ini sepenuhnya tertib.”

Ia menolak mengomentari perkembangan politik secara langsung dan menekankan bahwa fokus BoE tetap pada fundamental ekonomi.

“Kami tidak menghabiskan waktu membahas risiko politik. Kami memperhitungkan harga pasar keuangan sebagai asumsi dasar, tetapi itu bukan sesuatu yang kami diskusikan secara eksplisit.”

Baca Juga: Nippon Steel Bakal Rilis Obligasi Konversi Senilai Rp 53,7 Triliun

Penunjukan Pimpinan Bank Sentral AS

Bailey juga menyambut baik penunjukan Kevin Warsh sebagai calon kepala bank sentral AS mulai Mei mendatang.

“Saya menyambut penunjukan Kevin Warsh. Ini bukan soal Jay Powell versus Kevin. Saya mengenal keduanya dengan sangat baik, dan keduanya sangat berkualitas.”

Baca Juga: Malaysia Menjadi Magnet Investor Global Berkat Ekonomi Stabil dan Penguatan Ringgit

Dampak AI terhadap Pasar Tenaga Kerja

Terkait kecerdasan buatan (AI), Bailey mengatakan sudah mulai terlihat tanda-tanda penurunan perekrutan di sejumlah sektor.

“Kami mungkin mulai melihat bukti berkurangnya perekrutan di beberapa aktivitas. Sebagian karena kondisi ekonomi yang lebih luas, tetapi sebagian lainnya mungkin mulai mencerminkan dampak AI.”

Selanjutnya: JETOUR Pasang Harga Rp568 Juta untuk T2 Selama IIMS 2026

Menarik Dibaca: 10 Jus Alami yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Tinggi, Mau Coba?




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×