kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.990   -3,00   -0,02%
  • IDX 9.155   21,54   0,24%
  • KOMPAS100 1.262   -1,73   -0,14%
  • LQ45 891   -2,50   -0,28%
  • ISSI 335   1,14   0,34%
  • IDX30 456   0,81   0,18%
  • IDXHIDIV20 539   1,12   0,21%
  • IDX80 140   -0,30   -0,21%
  • IDXV30 149   0,73   0,49%
  • IDXQ30 146   0,28   0,20%

Bank of Japan Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Yen dan Politik Picu Risiko Inflasi


Selasa, 20 Januari 2026 / 10:25 WIB
Bank of Japan Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Yen dan Politik Picu Risiko Inflasi
ILUSTRASI. Bank Sentral Jepang (BOJ) diprediksi merevisi pertumbuhan ekonomi naik. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bank sentral Jepang diperkirakan akan menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang dan memberi sinual kesiapan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut. Penurunan yen baru-baru ini dan prospek kenaikan upah yang solid membuat para pembuat kebijakan waspada untuk menahan tekanan inflasi.

Namun, Gubernur BOJ Kazuo Ueda kemungkinan besar hanya akan memberikan sedikit petunjuk tentang seberapa cepat bank sentral dapat melanjutkan kenaikan suku bunga, sebuah keputusan yang diperumit oleh kenaikan imbal hasil obligasi dan pengumuman Perdana Menteri Sanae Takaichi pada hari Senin untuk mengadakan pemilihan umum sela pada bulan Februari.

Mengutip Reuters, Selasa 20/1/2026), setelah baru saja menaikkan suku bunga ke level tertinggi 30 tahun sebesar 0,75% pada bulan Desember, bank sentral diperkirakan akan mempertahankan biaya pinjaman tetap stabil pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir pada hari Jumat.

Baca Juga: Meski Dunia Bergejolak, Vietnam Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 10%

Pasar akan menantikan konferensi pers pasca-pertemuan Ueda untuk mendapatkan sinyal kebijakan, khususnya berfokus pada bagaimana kepala BOJ menyelaraskan kebutuhan untuk menahan penurunan yen yang tidak diinginkan sambil berupaya menghindari kenaikan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi.

Pada hari Senin, Takaichi menggemakan usulan dari partai-partai saingannya untuk memangkas pajak konsumsi Jepang dan berjanji untuk mengakhiri kebijakan fiskal yang terlalu ketat, meningkatkan peluang pengeluaran dan pemotongan pajak lebih lanjut setelah pemilihan.

Takaichi dan Dilema Suku Bunga

Meskipun langkah-langkah fiskal ekspansif dapat mendorong inflasi dan memberi BOJ alasan lain untuk menaikkan suku bunga, beberapa analis mengatakan, kemenangan Takaichi dapat memperkuat penasihat reflasionisnya yang mendukung suku bunga rendah untuk menopang ekonomi yang rapuh.

"Sejauh ini, BOJ mempertahankan sikap negatif terhadap kenaikan suku bunga berturut-turut" karena kekhawatiran akan dampaknya terhadap sistem keuangan Jepang dan tekanan dari pemerintahan Takaichi, kata Ayako Fujita, kepala ekonom Jepang di JPMorgan Securities.

"Apakah depresiasi yen baru-baru ini akan mendorong perubahan sikap ini adalah poin penting yang perlu diperhatikan," katanya.

Kekhawatiran atas memburuknya keuangan Jepang telah mendorong kenaikan tajam imbal hasil obligasi sejak awal November, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 27 tahun sebesar 2,30% pada hari Selasa.

Selain itu, sejak Takaichi, yang dikenal sebagai tokoh kebijakan fiskal dan moneter yang lunak, menjadi perdana menteri pada bulan Oktober, yen telah jatuh sekitar 8% terhadap dolar AS dan sempat mencapai level terendah dalam 18 bulan sebesar 159,45 pada pekan lalu, level terendah sejak Jepang terakhir kali melakukan intervensi pada Juli 2024.

Baca Juga: Rupiah Loyo ke 16.980 Selasa (20/1) Pagi di Tengah Pergerakan Datar Mata Uang Asia

Yen sedikit pulih dan berada di sekitar 158,18 pada hari Selasa. Namun, tren penurunan mata uang ini, yang meningkatkan biaya impor dan harga konsumen secara lebih luas, telah menyebabkan pandangan pasar bahwa BOJ dapat mempercepat kenaikan suku bunga untuk mencegah risiko inflasi yang terlalu tinggi.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Pada April Tak Bisa Dikesampingkan

Sumber-sumber mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa pembuat kebijakan BOJ melihat ruang lingkup untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan pasar. Bulan April diperkirakan sebagai kemungkinan Waktu yang nyata untuk penurunan uku bunga, karena melemahnya yen berisiko menambah tekanan inflasi yang sudah meluas.

Bank sentral mengakhiri stimulus besar-besaran selama satu dekade pada tahun 2024, diikuti oleh beberapa rangkaian kenaikan suku bunga kebijakan jangka pendek, termasuk kenaikan menjadi 0,75% dari 0,5% bulan lalu.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan BOJ akan menunggu hingga Juli sebelum menaikkan suku bunga lagi, dengan lebih dari 75% dari mereka memperkirakan suku bunga akan naik menjadi 1% atau lebih tinggi pada bulan September.

Laporan prospek triwulanan BOJ, yang akan dirilis pada hari Jumat, kemungkinan akan menyoroti keyakinan bank yang semakin besar bahwa Jepang berada di jalur yang tepat untuk memenuhi syarat untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dalam laporan tersebut, BOJ diperkirakan akan merevisi proyeksi ekonomi untuk tahun fiskal 2026 dari tingkat pertumbuhan 0,7% yang diperkirakan tiga bulan lalu, mencerminkan dorongan dari paket stimulus pemerintah dan memudarnya dampak tarif AS, kata sumber tersebut.

BOJ mungkin sedikit merevisi proyeksi inflasi konsumen inti tahun fiskal 2026 dari 1,8% yang diproyeksikan tiga bulan lalu, dengan efek langkah-langkah pemerintah untuk menekan tagihan utilitas diimbangi oleh kenaikan harga barang dan kenaikan upah yang stabil, kata mereka.

Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan proyeksi bahwa inflasi di Jepang akan secara berkelanjutan mencapai 2% sekitar bulan Oktober, atau paruh kedua tahun fiskal yang dimulai pada bulan April.

Selanjutnya: Cara Mudah Dapat Ice Cream Gratis di Promo Richeese Factory Hari Ini Saja, Cek Jamnya

Menarik Dibaca: Cara Mudah Dapat Ice Cream Gratis di Promo Richeese Factory Hari Ini Saja, Cek Jamnya




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×