Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Nilai tukar rupiah Indonesia dan won Korea Selatan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung datar pada perdagangan Selasa (20/1/2026).
Mengacu data Reuters pukul 02.29 GMT, rupiah berada di level Rp 16.980 per dolar AS, melemah sekitar 0,27% dibandingkan posisi sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan tekanan yang juga dialami won Korea Selatan, yang turun 0,30% ke level 1.477,8 per dolar AS.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Selasa (20/1) Pagi: Brent ke US$ 64,13 & WTI ke US$ 59,69
Sebagian besar mata uang Asia bergerak terbatas dengan arah bervariasi. Yen Jepang justru menguat tipis 0,08% ke level 157,97 per dolar AS, sementara dolar Singapura melemah 0,06% dan dolar Taiwan turun 0,13%.
Peso Filipina dan baht Thailand masing-masing bergerak relatif stabil dengan perubahan terbatas.
Tekanan terhadap rupiah mencerminkan sentimen hati-hati investor terhadap aset negara berkembang, seiring kekhawatiran global terkait arah kebijakan moneter AS serta ketidakpastian geopolitik dan perdagangan internasional.
Secara year to date (YtD) 2026, rupiah telah melemah sekitar 1,83% dibandingkan posisi akhir 2025.
Baca Juga: Rupiah Cetak Rekor Terendah, Pasar Khawatir Independensi Bank Indonesia
Pelemahan lebih dalam tercatat pada won Korea Selatan yang sudah turun sekitar 2,59% sepanjang tahun berjalan. Yen Jepang juga tercatat melemah sekitar 0,84% sejak awal tahun.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan kebijakan bank sentral global serta kondisi ekonomi domestik masing-masing negara Asia, yang akan menjadi penentu arah pergerakan mata uang ke depan di tengah volatilitas pasar keuangan global.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
