Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Sejumlah mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (13/1/2026), dengan baht Thailand dan won Korea Selatan mencatat penurunan terdalam di kawasan.
Berdasarkan data pasar hingga pukul 02.05 GMT, baht Thailand melemah 0,39% ke level 31,338 per dolar AS. Sementara itu, won Korea Selatan turun 0,33% ke posisi 1.472,9 per dolar AS.
Baca Juga: Ketegangan Iran Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi Dua Bulan Selasa (13/1) Pagi
Pelemahan juga terjadi pada yen Jepang yang turun 0,20% ke level 158,46 per dolar AS, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,15% ke 31,676. Dolar Singapura terkoreksi tipis 0,04% ke level 1,286 per dolar AS.
Di Asia Tenggara, rupiah turut berada di zona merah. Mata uang Indonesia melemah 0,24% ke level 16.865 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya. Peso Filipina juga turun 0,07% ke 59,256 per dolar AS.
Sementara itu, ringgit Malaysia menjadi salah satu mata uang yang menguat di kawasan, naik 0,07% ke level 4,057 per dolar AS.
Yuan China relatif stabil meski tercatat melemah tipis 0,04% ke 6,976 per dolar AS, sedangkan rupee India nyaris tidak berubah di level 90,153 per dolar AS.
Jika dilihat secara year to date (YTD) sepanjang 2026, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, turun 2,27% dibandingkan akhir 2025.
Baca Juga: Bursa Asia Terbang (13/1): Nikkei Cetak Rekor Tertinggi, Pendorongnya Bukan Hanya AI
Rupiah tercatat melemah 1,16%, sementara yen Jepang turun 1,14% dalam periode yang sama.
Tekanan terhadap mata uang Asia terjadi di tengah penguatan dolar AS, seiring meningkatnya ketidakpastian global serta kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Investor masih mencermati dinamika ekonomi global, termasuk perkembangan geopolitik dan prospek suku bunga The Fed, yang turut memengaruhi arus modal di pasar negara berkembang.













