kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Won Korea Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia Selasa (4/11), Rupiah Turun 0,3%


Selasa, 04 November 2025 / 09:29 WIB
Won Korea Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia Selasa (4/11), Rupiah Turun 0,3%
ILUSTRASI. Won Korea Selatan


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (4/11/2025) pagi, seiring penguatan indeks dolar yang bertahan di level tertinggi tiga bulan di tengah berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Mengutip data Reuters, Won Korea Selatan memimpin pelemahan dengan turun 0,51% menjadi 1.438,6 per dolar AS. Disusul baht Thailand yang melemah 0,31%, dan rupiah yang turun 0,3% ke Rp16.700 per dolar AS.

Baca Juga: Tersaingi Luckin, Starbucks Jual Bisnis China Senilai Rp 64 Triliun ke Boyu Capital

Sementara itu, yen Jepang melemah tipis 0,08% ke ¥154,34 per dolar, sedangkan dolar Singapura dan Taiwan dolar masing-masing turun 0,11% dan 0,14%.

Penguatan dolar didorong oleh pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang mengisyaratkan belum ada kepastian mengenai pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember.

Kondisi ini membuat investor menahan posisi di aset berisiko dan beralih ke aset safe haven.

Baca Juga: Samsung SDI Bahas Kontrak Rp 35 Triliun dengan Tesla, Saham Naik Tajam

Sejak awal tahun 2025, beberapa mata uang Asia tercatat masih menguat terhadap dolar, termasuk dolar Singapura (+4,55%) dan baht Thailand (+5,41%).

Namun, rupiah dan rupee India justru melemah masing-masing 3,65% dan 3,56% sepanjang tahun berjalan.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×