kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.784   -34,00   -0,20%
  • IDX 8.047   124,49   1,57%
  • KOMPAS100 1.126   18,02   1,63%
  • LQ45 818   11,61   1,44%
  • ISSI 285   6,90   2,48%
  • IDX30 428   7,25   1,72%
  • IDXHIDIV20 513   7,20   1,43%
  • IDX80 126   2,14   1,74%
  • IDXV30 140   4,18   3,09%
  • IDXQ30 139   1,46   1,07%

Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Selasa (23/12) Pagi


Selasa, 23 Desember 2025 / 09:32 WIB
Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan Mata Uang Asia Selasa (23/12) Pagi
ILUSTRASI. Ringgit Malaysia (Shutterstock/Shutterstock)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Mata uang Asia mayoritas menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (23/12/2025), dengan ringgit Malaysia memimpin penguatan di kawasan seiring melemahnya greenback secara global.

Data Reuters menunjukkan, ringgit menguat 0,22% ke level 4,067 per dolar AS pada pukul 02.12 GMT, menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di Asia hari ini.

Penguatan ini menambah tren positif ringgit sepanjang 2025 yang telah terapresiasi hampir 10% dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Baca Juga: Yen Melemah dan Berfluktuasi Selasa (23/12), Ancaman Intervensi Jepang Menguat

Yen Jepang juga menguat 0,43% ke level 156,37 per dolar AS, didorong oleh pelemahan dolar dan meningkatnya spekulasi potensi intervensi pemerintah Jepang untuk menahan depresiasi mata uangnya.

Dolar Singapura naik 0,09%, sementara dolar Taiwan menguat 0,12%.

Di sisi lain, won Korea Selatan justru melemah 0,18% ke level 1.483,7 per dolar AS, di tengah sentimen hati-hati investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas pasar keuangan regional.

Rupiah Indonesia turut menguat tipis 0,09% ke posisi 16.750 per dolar AS. Namun secara year to date (YtD), rupiah masih mencatat pelemahan sekitar 3,9% dibandingkan akhir 2024, menjadikannya salah satu mata uang Asia dengan kinerja terlemah tahun ini.

Sepanjang 2025, baht Thailand menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbesar, naik lebih dari 10% terhadap dolar AS, seiring masuknya aliran modal asing dan membaiknya neraca transaksi berjalan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Selasa (23/12) Pagi, Cermati Pasokan Venezuela & Rusia

Penguatan mata uang Asia terjadi di tengah tekanan terhadap dolar AS, yang dipicu ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada 2026 serta membaiknya sentimen risiko global.

Investor kini mencermati rilis data ekonomi AS dan arah kebijakan bank sentral utama dunia sebagai penentu pergerakan mata uang selanjutnya.

Selanjutnya: IHSG Turun 0,24% ke 8.624,8 Mengawali Perdagangan Selasa (23/12), Bursa Asia Naik

Menarik Dibaca: Naik Gila-gilaan, Simak Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 23 Desember 2025




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×