kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.891   21,00   0,12%
  • IDX 8.953   67,94   0,76%
  • KOMPAS100 1.240   13,19   1,08%
  • LQ45 877   10,61   1,22%
  • ISSI 327   3,22   0,99%
  • IDX30 447   6,18   1,40%
  • IDXHIDIV20 528   8,04   1,54%
  • IDX80 138   1,52   1,12%
  • IDXV30 147   2,99   2,07%
  • IDXQ30 143   1,84   1,30%

Bursa Asia Terbang (13/1): Nikkei Cetak Rekor Tertinggi, Pendorongnya Bukan Hanya AI


Selasa, 13 Januari 2026 / 09:29 WIB
Bursa Asia Terbang (13/1): Nikkei Cetak Rekor Tertinggi, Pendorongnya Bukan Hanya AI
ILUSTRASI. Bursa Asia (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (13/1/2026), dipimpin oleh lonjakan saham Jepang setelah indeks Nikkei melonjak ke level tertinggi sepanjang masa.

Sentimen positif investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama, meski ketidakpastian terkait independensi Federal Reserve (The Fed) masih membayangi pasar global.

Indeks Nikkei Jepang yang kembali diperdagangkan usai libur melonjak 3,4% ke rekor tertinggi, ditopang pelemahan yen serta spekulasi kebijakan stimulus fiskal.

Baca Juga: Harga Emas Turun Usai Tembus US$4.600 per Ons Selasa (13/1), Investor Ambil Untung

Bursa Korea Selatan dan Taiwan juga mencetak rekor tertinggi baru, sementara saham unggulan China (blue chips) naik ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Analis Citi menilai pasar saham global masih berpeluang melanjutkan penguatan pada 2026.

“Kami melihat saham global terus naik pada 2026, dengan target kenaikan sekitar 10% untuk indeks MSCI AC World hingga akhir tahun,” tulis Citi dalam risetnya.

Meski valuasi dinilai sudah tinggi, Citi menilai prospek soft landing ekonomi, revisi laba yang solid, serta meluasnya sentimen positif terkait AI masih cukup kuat menopang kinerja korporasi.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,8% dan mencetak rekor tertinggi baru.

Di Eropa, EUROSTOXX 50 futures naik 0,2%, DAX futures menguat 0,1%, sementara FTSE futures relatif datar.

Baca Juga: Fitch Ratings Peringatkan Risiko Tinggi pada Sekuritas Berbasis Bitcoin

Sementara itu, S&P 500 futures turun 0,2% dan Nasdaq futures melemah 0,3% menjelang rilis data inflasi konsumen AS bulan Desember.

Inflasi inti tahunan diperkirakan naik ke 2,7%, meski Goldman Sachs memperkirakan bisa mencapai 2,8%.

Musim laporan keuangan kuartalan juga dimulai pekan ini, diawali oleh bank-bank besar AS seperti JPMorgan Chase, Bank of New York Mellon, Citigroup, dan Bank of America.

Manajemen perbankan diperkirakan akan mendapat banyak pertanyaan terkait rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan bunga kartu kredit maksimal 10% selama satu tahun mulai 20 Januari.

Bank-bank sebelumnya memperingatkan kebijakan ini berpotensi membatasi akses kredit bagi jutaan rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga: Ancaman 'Jobless Recovery': Goldman Sachs Ungkap 3 Risiko Utama 2026

Emas Bersinar di Tengah Ketidakpastian

Ketidakpastian pasar meningkat setelah Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang memicu kekhawatiran terhadap independensi bank sentral AS. Kekhawatiran ini menekan dolar AS, namun menguntungkan aset lindung nilai seperti emas.

Indeks dolar bertahan di level 98,883 setelah turun 0,25% pada perdagangan sebelumnya. Euro menguat ke US$1,1665, sementara dolar melemah terhadap franc Swiss ke 0,7972. Terhadap yen Jepang, dolar berada di 158,40, mendekati level terendah multi-tahun yen.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan telah menyampaikan kekhawatiran atas pelemahan yen yang bersifat satu arah kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent.

Harga emas sempat menembus US$4.600 per ons untuk pertama kalinya sebelum stabil di sekitar US$4.582 per ons.

“Emas menjadi lindung nilai utama di tengah ketidakpastian karena reputasinya sebagai aset safe haven dan penyimpan nilai,” ujar analis RBC Capital Markets, Christopher Louney, yang memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$5.200 per ons pada akhir tahun.

Harga Minyak Naik

Harga minyak juga menguat ke level tertinggi tujuh pekan seiring kekhawatiran gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan di Iran.

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa negara mana pun yang tetap berbisnis dengan Iran akan dikenai tarif 25% oleh AS.

Harga Brent naik 0,5% ke US$64,19 per barel, sementara minyak mentah AS (WTI) menguat 0,5% ke US$59,81 per barel.

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Batangan (13 Januari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Menarik Dibaca: Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas untuk Perdagangan Selasa (13/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×