Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (13/1/2026), sehari setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus level US$4.600 per ons troi.
Pelemahan ini terjadi seiring aksi ambil untung (profit taking) oleh investor di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,4% ke level US$4.576,79 per ons troi pada pukul 01.34 GMT. Sehari sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi di US$4.629,94 per ons troi.
Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari melemah 0,6% ke US$4.585,40 per ons troi.
Baca Juga: Fitch Ratings Peringatkan Risiko Tinggi pada Sekuritas Berbasis Bitcoin
Tekanan pada harga emas muncul di tengah dinamika geopolitik yang memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan bahwa negara mana pun yang tetap berbisnis dengan Iran akan menghadapi tarif perdagangan sebesar 25% dari AS.
Pernyataan tersebut muncul saat Washington mempertimbangkan respons atas situasi di Iran, yang tengah dilanda aksi protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Ketegangan di Iran terjadi bersamaan dengan sikap agresif Trump di panggung internasional, termasuk langkah menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, serta wacana akuisisi Greenland, baik melalui pembelian maupun kekuatan militer.
Baca Juga: Ancaman 'Jobless Recovery': Goldman Sachs Ungkap 3 Risiko Utama 2026
Di sisi lain, dolar AS masih bergerak lemah meski bertahan di dekat level tertinggi satu bulan.
Sentimen pasar tertekan setelah pemerintahan Trump membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell, sebuah langkah yang dinilai mengancam independensi bank sentral AS dan berpotensi merusak kepercayaan terhadap aset-aset AS.
Kebijakan ini menuai kritik keras dari mantan pimpinan The Fed dan sejumlah tokoh Partai Republik.
Sementara itu, sejumlah bank investasi besar seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga masing-masing 25 basis poin pada Juni dan September.
Baca Juga: Imbal Hasil Obligasi Jepang Tenor 20 Tahun Cetak Rekor Tertinggi
Lingkungan suku bunga rendah umumnya mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas, terutama saat ketidakpastian geopolitik dan ekonomi meningkat.
Untuk logam mulia lainnya, perak spot turun 1,6% ke US$83,62 per ons troi setelah mencetak rekor tertinggi di US$86,22 pada Senin.
Platinum melemah 2,5% ke US$2.283,95 per ons troi, sedangkan palladium anjlok 3,7% ke US$1.774,44 per ons troi.













