Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Harga emas turun pada Rabu (7/1/2026) karena investor mengambil untung setelah harga sempat mencapai level tertinggi lebih dari satu minggu sebelumnya . Sementara penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membebani sentimen di seluruh kompleks logam mulia menjelang data pekerjaan AS yang penting yang akan dirilis minggu ini.
Harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 4.449,38 per ons troi pada Rabu (7/1/2026) pukul 07.15 GMT. Harga emas spot sempat menyentuh rekor tertinggi US$ 4.549,71 pada Senin lalu.
Sementara, harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari turun 0,8% menjadi US$ 4.460,50.
"Harga tidak terlalu dipengaruhi dari perspektif fundamental, banyak spekulasi. Pergerakan harga sebagian besar condong ke atas, tetapi menunjukkan volatilitas dua arah," kata analis pasar keuangan senior Capital.com, Kyle Rodda seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Trump Umumkan Penyerahan 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela ke AS
Rodda menambahkan, dolar AS juga berperan dalam menekan harga. Dolar AS bertahan di dekat level tertinggi lebih dari dua minggu, membuat aset yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Investor memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini, sementara mereka menantikan data penggajian non-pertanian AS pada hari Jumat untuk petunjuk lebih lanjut. Survei JOLTS dan data penggajian swasta ADP pada hari Rabu juga dapat menentukan arah pasar.
Gubernur Fed Stephen Miran, yang masa jabatannya berakhir akhir bulan ini, mengatakan pada hari Selasa bahwa penurunan suku bunga AS yang agresif diperlukan untuk menjaga perekonomian tetap bergerak maju.
Aset yang tidak menghasilkan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama periode ketidakpastian geopolitik atau ekonomi.
Di bidang geopolitik, Caracas dan Washington mencapai kesepakatan untuk mengekspor minyak mentah Venezuela senilai hingga $2 miliar ke AS, sebuah langkah yang akan mengalihkan pasokan dari China setelah penculikan mantan Presiden Nicolás Maduro oleh AS.
Di tempat lain, harga perak spot turun 2,5% menjadi US$ 79,27 per ons, turun dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 83,62 yang dicapai pada 29 Desember 2025.
Baca Juga: Akuisisi AI Meta Senilai US$2 Miliar Masuk Radar Otoritas China













