Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Dollar AS bertahan di dekat level tertinggi 10 bulan pada Senin (16/3/2026), menjelang minggu yang padat dengan pertemuan beberapa bank sentral dunia di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Setidaknya delapan bank sentral, termasuk Federal Reserve (The Fed), European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ), dijadwalkan menetapkan kebijakan suku bunga minggu ini, menjadi pertemuan pertama sejak ketegangan di Timur Tengah meningkat.
Baca Juga: Harga Emas Stabil Senin (16/3) Pagi, Dolar Lemah Bantu Redam Tekanan Suku Bunga AS
Investor fokus pada bagaimana para pembuat kebijakan menilai dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Perang ini menghadirkan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan inflasi, sehingga respons bank sentral akan sangat bergantung pada konteks terbaru, khususnya apakah inflasi berada di atas, di, atau di bawah target,” ujar Carol Kong, analis mata uang di Commonwealth Bank of Australia.
Dollar AS sedikit menurun dari penguatan pekan lalu, sehingga euro naik tipis 0,14% menjadi US$1,1433.
Poundsterling juga meningkat 0,17% ke level US$1,3245, meski masih mendekati posisi terendah 3,5 bulan yang terjadi Jumat lalu.
Indeks dollar sedikit turun ke 100,20, namun tetap mendekati puncaknya selama 10 bulan terakhir.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa negara-negara lain yang diuntungkan dari jalur pelayaran Strait of Hormuz harus membantu mengamankan wilayah tersebut.
Baca Juga: Trump: Pembicaraan dengan Kuba Terus Berjalan, Tindakan Bisa Datang Usai Iran
Trump juga memperingatkan bahwa NATO menghadapi masa depan yang “sangat buruk” jika sekutunya tidak mendukung membuka jalur strategis ini.
Pasar minyak sempat turun tipis, namun ketegangan geopolitik tetap tinggi, dan ketidakpastian mengenai kapan perang yang sudah memasuki minggu ketiga ini akan berakhir masih menjadi perhatian.
Di Australia, dollar Australia menguat 0,55% menjadi US$0,7019 karena pasar memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga pada Selasa mendatang.
Pasar kini memprediksi kemungkinan RBA menaikkan 25 basis poin sebesar 74%, dengan kemungkinan dua kenaikan tambahan, satu minggu ini dan satu lagi pada Mei.
Baca Juga: Trump Peringatkan Masa Depan “Sangat Buruk” NATO Jika Sekutu Tak Bantu AS di Iran
Sementara itu, yen Jepang masih berada di level 159,44 per dollar. Mata uang Jepang tertekan akibat ketergantungan negara itu pada energi dari Timur Tengah, sekaligus mempertanyakan fleksibilitas kebijakan BoJ di tengah kenaikan harga minyak dan pelemahan yen.
Selain itu, pertemuan antara pejabat ekonomi AS dan China di Paris pada Minggu (15/3/2026) disebut berjalan “sangat stabil”, membahas potensi kesepakatan di sektor pertanian, mineral kritis, dan perdagangan yang diatur, sebagai persiapan kunjungan Presiden Trump ke Beijing akhir bulan ini.












