kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Angkatan Laut UE Bakal Amankan Selat Hormuz yang Terganggu? Jerman Skeptis


Senin, 16 Maret 2026 / 06:27 WIB
Angkatan Laut UE Bakal Amankan Selat Hormuz yang Terganggu? Jerman Skeptis
ILUSTRASI. Menlu Uni Eropa akan membahas penguatan misi Aspides. Namun, perluasan operasi ke Selat Hormuz masih jadi perdebatan sengit. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan membahas penguatan misi angkatan laut kecil di Timur Tengah pada Senin (16/3/2026). Namun, para diplomat dan pejabat menyebut pembahasan tersebut kemungkinan belum akan memutuskan perluasan operasi hingga ke Selat Hormuz yang saat ini terganggu akibat konflik di kawasan.

Melansir Reuters, misi angkatan laut Uni Eropa bernama Operation Aspides dibentuk pada 2024 untuk melindungi kapal dari serangan kelompok pemberontak Houthi di Laut Merah. Saat ini misi tersebut mengoperasikan satu kapal Italia dan satu kapal Yunani, serta mendapat dukungan dari satu kapal Prancis dan satu kapal Italia lainnya.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari, jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagian besar terganggu. Kondisi ini memicu kekhawatiran global karena selat tersebut merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Sejumlah pejabat Eropa sempat mempertimbangkan apakah misi Aspides bisa diperluas untuk membantu memulihkan kebebasan navigasi di Teluk Persia. Namun, diplomat Uni Eropa menyebut pembahasan pada pertemuan di Brussels kemungkinan hanya akan fokus pada upaya menambah jumlah kapal dalam misi tersebut.

Inisiatif penambahan kapal ini didorong oleh kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas.

“Pembicaraan pada Senin akan berfokus pada upaya mendorong lebih banyak negara anggota untuk menyumbang kapasitas tambahan,” kata seorang pejabat senior Uni Eropa yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Peringatan CEO Minyak ke Gedung Putih: Krisis Energi Bisa Semakin Memburuk

Jerman Skeptis Perluasan Misi

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengaku ragu bahwa perluasan misi Aspides ke Selat Hormuz akan efektif meningkatkan keamanan.

Menurutnya, misi tersebut bahkan masih menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas utamanya saat ini di Laut Merah.

“Itulah sebabnya saya sangat skeptis bahwa memperluas Aspides ke Selat Hormuz akan memberikan keamanan yang lebih besar,” ujarnya dalam wawancara dengan televisi Jerman ARD.

Seruan Global untuk Membuka Jalur Energi

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta sejumlah negara besar seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk bekerja sama membuka kembali jalur pelayaran minyak di Selat Hormuz.

Prancis juga disebut sedang berupaya membentuk koalisi internasional untuk mengamankan selat tersebut setelah kondisi keamanan stabil. Sementara itu, Inggris masih membahas berbagai opsi dengan sekutunya guna menjamin keamanan jalur pelayaran energi global.

Tonton: Lebanon Dibombardir Israel! Nasib Pasukan Garuda Indonesia Jadi Sorotan

Meski demikian, diplomat Uni Eropa menilai masih terlalu dini untuk memastikan apakah blok tersebut akan terlibat langsung dalam inisiatif tersebut.

Setiap perubahan mandat misi Aspides harus mendapat persetujuan dari seluruh 27 negara anggota Uni Eropa.

“Melindungi kapal di Selat Hormuz dalam situasi saat ini adalah keputusan besar yang tidak akan diambil dengan ringan oleh para menteri,” kata seorang diplomat Uni Eropa.




TERBARU

[X]
×