kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

AS Jatuhkan Sanksi Baru, Bongkar Jaringan Penyelundup Elpiji Iran ke Asia


Jumat, 05 Juni 2026 / 23:20 WIB
AS Jatuhkan Sanksi Baru, Bongkar Jaringan Penyelundup Elpiji Iran ke Asia
ILUSTRASI. Kapal tanker minyak Advantage Sweet berbendera Kepulauan Marshall (REUTERS/Yoruk Isik)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (5/6/2026) mengumumkan bahwa mereka telah menjatuhkan sanksi baru terhadap jaringan individu, entitas, dan kapal tanker yang kedapatan menyelundupkan gas minyak cair (Liquefied Petroleum Gas/LPG) asal Iran.

Melansir Reuters, jaringan tersebut menyamarkan muatan mereka sebagai LPG dari Oman untuk dikirim ke kawasan Asia Selatan dan Asia Timur.

Baca Juga: UPDATE-Harga Emas Dunia Ambles Lebih dari 2% Akibat Lonjakan Data Lapangan Kerja AS

Pemerintahan Presiden Donald Trump memang gencar menambah daftar sanksi baru yang berkaitan dengan Iran.

Langkah ini diambil guna meningkatkan tekanan terhadap Teheran, bahkan di saat kedua belah pihak sebenarnya tengah terlibat dalam proses negosiasi untuk menyelesaikan konflik mereka.

Berdasarkan rincian yang dirilis di situs resmi Departemen Keuangan AS, target sanksi terbaru ini mencakup 12 entitas bisnis.

Dari jumlah tersebut, lima entitas berbasis di Kepulauan Marshall, empat di Uni Emirat Arab (UEA), dan satu di China.

Selain itu, enam kapal tanker pembawa LPG juga masuk dalam daftar hitam, termasuk empat kapal yang mengibarkan bendera Panama.

Baca Juga: Reid Hoffman, Co-Founder LinkedIn, Mundur dari Dewan Direksi Microsoft

Dalam sebuah pernyataan resmi, Departemen Keuangan AS menuduh jaringan ini memanfaatkan perusahaan-perusahaan cangkang (front companies) di UEA dan China, serta rekening bank luar negeri untuk memindahkan jutaan barel LPG asal Iran.

Taktik menyembunyikan asal-usul komoditas ini sengaja dilakukan demi menghindari sanksi ekonomi berlapis yang dijatuhkan oleh AS.

"Departemen Keuangan akan terus memutus dan melumpuhkan armada bayangan (shadow fleet) Iran, jaringan perbankan bayangan, serta akses mereka ke perdagangan global," tegas Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam pernyataan tersebut.

Selain menyasar komoditas energi, pemerintah AS juga menjatuhkan sanksi tegas terhadap perusahaan penukaran uang (exchange house) asal Iran, Mehrdad Geramian Nik and Partners Co, beserta jajaran pimpinannya.

Baca Juga: Data Pekerjaan AS Memanas: Ujian Berat Menanti Kevin Warsh di Rapat Perdana The Fed

Mereka dituduh telah memindahkan mata uang asing senilai ratusan juta dolar AS atas nama bank-bank Iran yang sebelumnya sudah masuk dalam daftar sanksi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×