kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Minyak Brent Ditutup di Atas US$ 82, RUU Iran soal Selat Hormuz Jadi Sorotan


Jumat, 07 Agustus 2026 / 05:42 WIB
Minyak Brent Ditutup di Atas US$ 82, RUU Iran soal Selat Hormuz Jadi Sorotan
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia ditutup melonjak lebih dari US$ 3 per barel pada perdagangan Kamis (6/8/2026), setelah muncul laporan bahwa parlemen Iran tengah membahas rancangan undang-undang (RUU) yang akan melarang kapal Amerika Serikat (AS) dan Israel melintasi Selat Hormuz.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Oktober ditutup naik US$ 3,04 atau 3,83% ke level US$ 82,49 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 2,07 atau 2,75% menjadi US$ 77,29 per barel.

Baca Juga: Harga Emas Pangkas Penguatan, Kenaikan Minyak akibat Iran Tekan Sentimen Pasar

Kenaikan harga dipicu laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, yang menyebut sebuah komite parlemen tengah mengkaji RUU awal yang melarang kapal-kapal AS, Israel, dan negara lain yang dianggap bermusuhan melintasi Selat Hormuz.

RUU tersebut juga mengusulkan denda hingga 20% dari nilai muatan kapal bagi pihak yang melanggar aturan tersebut.

"Pelaku pasar minyak masih fokus pada perkembangan pembicaraan antara AS dan Iran. Semakin lama kesepakatan tertunda, semakin besar peluang harga minyak kembali menguat," kata Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler.

Sebelum perang Iran pecah pada akhir Februari, sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia dikirim melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Baca Juga: SpaceX Tertekan, Potensi Aksi Jual Orang Dalam Bayangi Pergerakan Saham

Serangan Houthi Tambah Risiko Geopolitik

Ketegangan di kawasan juga meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pasukan yang didukung Arab Saudi di wilayah Marib dan Hadramout.

Houthi mengklaim serangan tersebut menewaskan atau melukai ratusan pejuang yang bersekutu dengan Arab Saudi serta menghancurkan kamp militer, gudang senjata, dan kendaraan tempur.

"Pasar bergerak naik turun mengikuti eskalasi maupun meredanya ketegangan. Serangan ini menjadi perkembangan penting karena menunjukkan konflik juga meningkat di luar Teluk Persia serta mengingatkan bahwa jalur pelayaran Laut Merah masih berisiko terganggu," ujar Mitra Again Capital, John Kilduff.

Baca Juga: ConocoPhillips Ganti CEO di Tengah Lonjakan Laba Terbesar Sejak 2022

Ancaman terhadap Pasokan Energi

Data pengiriman menunjukkan ekspor minyak mentah dan kondensat dari negara-negara Teluk pada Juli relatif stabil, tetapi masih sekitar 40% lebih rendah dibandingkan sebelum perang.

Sementara itu, lima sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan Iran telah memperingatkan negara-negara Teluk bahwa setiap serangan baru AS terhadap wilayahnya akan dibalas dengan serangan ke infrastruktur energi penting di kawasan.

Kelompok Houthi yang didukung Iran juga mengklaim pada Rabu (5/8) telah meluncurkan serangan rudal terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di lepas pantai Yanbu di Laut Merah serta kapal tanker lainnya di Teluk Aden. Hingga kini belum ada konfirmasi dari pemerintah Arab Saudi mengenai insiden tersebut.

Baca Juga: Alphabet Siapkan Obligasi US$25 Miliar untuk Danai Ekspansi AI

"Hingga saat ini serangan Houthi belum memberikan gangguan signifikan terhadap pasokan minyak dan gas. Namun kondisi itu bisa berubah jika eskalasi serangan terus meningkat," kata analis riset ekuitas Julius Baer, Roberto Cominotto.

Di sisi lain, Arab Saudi sedikit menurunkan harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah andalannya, Arab Light, untuk pengiriman ke Asia pada September.

Sementara di Rusia, sebuah kilang minyak utama di wilayah Yaroslavl dilaporkan terbakar setelah diserang drone Ukraina.

Gubernur wilayah Yaroslavl Mikhail Evrayev mengatakan, petugas darurat masih berupaya memadamkan kebakaran tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×