kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.768   75,00   0,42%
  • IDX 6.430   -6,92   -0,11%
  • KOMPAS100 849   -1,20   -0,14%
  • LQ45 647   -0,29   -0,04%
  • ISSI 223   -0,29   -0,13%
  • IDX30 359   0,41   0,11%
  • IDXHIDIV20 449   1,56   0,35%
  • IDX80 97   -0,11   -0,11%
  • IDXV30 124   0,41   0,33%
  • IDXQ30 116   0,29   0,25%

Fiji Tetapkan HIV sebagai Krisis Nasional, Kasus Baru Melonjak 27%


Kamis, 17 September 2026 / 09:54 WIB
Fiji Tetapkan HIV sebagai Krisis Nasional, Kasus Baru Melonjak 27%
ILUSTRASI. HIV (dok/Tribunnews.com)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Fiji menetapkan HIV sebagai krisis nasional setelah jumlah diagnosis baru meningkat 27% pada 2025.

Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran bahwa penularan HIV yang sebelumnya banyak terkonsentrasi pada pengguna narkoba suntik kini mulai menyebar lebih luas di negara kepulauan Pasifik tersebut.

Baca Juga: Trump Bertemu Xi Jinping, Sekutu AS Khawatir Taiwan Jadi Alat Tawar

Melansir Reuters Kamis (17/9/2026), Pemerintah Fiji menyebut sebanyak 2.016 orang didiagnosis HIV sepanjang 2025. Pemerintah juga memperkirakan sekitar satu dari 60 orang dewasa di Fiji hidup dengan HIV.

Dampaknya turut terlihat pada bayi. Sebanyak 59 bayi lahir dengan HIV pada tahun lalu, sementara 18 bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun.

Pemerintah mengatakan peningkatan pemeriksaan HIV turut membantu menemukan lebih banyak kasus sehingga pasien dapat memperoleh pengobatan lebih dini.

Fiji kini berencana memperluas akses terhadap pemeriksaan HIV yang gratis, sukarela, dan rahasia.

Pemerintah juga akan meningkatkan akses terhadap obat pencegahan HIV, layanan pengurangan dampak buruk bagi pengguna narkoba suntik, serta pengobatan bagi orang yang telah terinfeksi.

Baca Juga: Selamatkan AirAsia, Malaysia Jajaki Pembicaraan Dengan Malaysia Airlines & Batik Air

Salah Satu Kenaikan Kasus Tertinggi di Dunia

Fiji yang berpenduduk sekitar 900.000 jiwa mengalami salah satu kenaikan infeksi HIV tercepat di dunia, menurut UNAIDS.

UNAIDS memperkirakan sekitar 9.100 warga Fiji hidup dengan HIV pada 2025. Namun, hanya 39% yang mengetahui status HIV mereka dan sekitar 22% yang mendapatkan terapi antiretroviral.

"Fiji telah menyadari urgensi situasi ini dan meningkatkan responsnya," kata Direktur Eksekutif UNAIDS Winnie Byanyima.

Menurut Byanyima, kondisi Fiji juga menjadi pengingat bahwa persoalan AIDS masih belum berakhir.

Dari kasus yang diketahui jalur penularannya, lebih dari separuh berkaitan dengan penularan melalui hubungan seksual, sedangkan lebih dari 42% terkait penggunaan narkoba suntik.

UNAIDS menyambut rencana pemerintah Fiji untuk menjalankan program penyediaan jarum dan alat suntik serta memperluas akses terhadap pre-exposure prophylaxis (PrEP), yakni obat yang dapat menurunkan risiko seseorang tertular HIV.

Baca Juga: Saham Asia Naik Tipis Kamis (17/9), Dolar AS Menguat Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Pemerintah Fiji membentuk subkomite kabinet yang terdiri dari lima menteri untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam penanganan HIV.

Pemerintah menegaskan bahwa diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV merupakan tindakan ilegal. Layanan terkait HIV juga disebut telah tersedia di seluruh wilayah Fiji.

Meski angka HIV di Fiji meningkat tajam, prevalensinya masih berada di bawah sejumlah wilayah di Afrika.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir satu dari 35 orang dewasa di sejumlah wilayah Afrika hidup dengan HIV, dibandingkan sekitar satu dari 60 orang dewasa di Fiji.

Baca Juga: Jumlah Miliarder Vietnam Turun Jadi 7 Orang, Ini Daftar Terbarunya




TERBARU

[X]
×