kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kasus Suspek Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah, WHO Tingkatkan Kewaspadaan


Jumat, 08 Mei 2026 / 16:40 WIB
Kasus Suspek Hantavirus di Kapal Pesiar Bertambah, WHO Tingkatkan Kewaspadaan
ILUSTRASI. Otoritas kesehatan internasional terus meningkatkan kewaspadaan setelah muncul dugaan kasus baru hantavirus pada seorang warga negara Inggris (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas kesehatan internasional terus meningkatkan kewaspadaan setelah muncul dugaan kasus baru hantavirus pada seorang warga negara Inggris di Pulau Tristan da Cunha, wilayah terpencil di Samudra Atlantik Selatan.

Kasus terbaru ini diumumkan pada Jumat (8/5/2026), di tengah upaya pelacakan terhadap penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius beserta kontak erat mereka setelah wabah virus tersebut menewaskan sejumlah orang.

Pulau Tristan da Cunha, yang dikenal sebagai kawasan berpenghuni paling terpencil di dunia dengan populasi sekitar 200 orang, sempat disinggahi kapal pesiar tersebut pada 15 April lalu.

Sejauh ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah tersebut, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Sementara itu, empat orang lainnya yang telah terkonfirmasi terinfeksi — terdiri dari dua warga Inggris, satu warga Belanda, dan satu warga Swiss — tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Belanda, Afrika Selatan, dan Swiss.

Salah satu korban meninggal terbaru adalah seorang perempuan Belanda yang wafat tak lama setelah meninggalkan kapal pada 24 April. Ia diketahui merupakan istri dari pasien pertama atau “patient zero”, pria asal Belanda yang meninggal di atas kapal pada 11 April.

Baca Juga: Singapura hingga AS Pantau Warga usai Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan akan memberikan pembaruan terkait jumlah kasus suspek dan kasus terkonfirmasi terbaru pada Jumat waktu setempat.

Belum Ada Infeksi Baru di Belanda

Otoritas kesehatan Belanda pada Kamis menyebut dua orang yang sempat melakukan kontak dekat dengan korban perempuan tersebut sebelum diturunkan dari pesawat di Johannesburg pada 25 April telah dinyatakan negatif hantavirus.

Keduanya termasuk seorang pramugari yang sebelumnya dirawat di rumah sakit Amsterdam karena mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan infeksi virus tersebut.

Namun demikian, lembaga kesehatan masyarakat Belanda masih menunggu hasil tes yang lebih jelas untuk satu kasus lainnya pada Jumat.

Risiko Penularan Luas Dinilai Rendah

Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat. Namun, jenis virus yang ditemukan pada penumpang MV Hondius diketahui dalam kasus langka dapat menular antarmanusia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC mengklasifikasikan wabah ini sebagai respons darurat level 3, yakni tingkat aktivasi darurat terendah.

Sejumlah ahli kesehatan juga menilai kemungkinan terjadinya penularan massal relatif rendah. Meski demikian, otoritas kesehatan di berbagai negara tetap meningkatkan kewaspadaan dan meminta seluruh individu yang sempat melakukan kontak dengan penumpang kapal untuk memperhatikan kemungkinan munculnya gejala.

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat dilaporkan sedang memantau warga yang kembali dari kapal pesiar tersebut meskipun tidak menunjukkan gejala.

Baca Juga: Mengenal Hantavirus Andes, Virus Mematikan yang Picu Wabah di Kapal Pesiar

Sementara itu, Singapura pada Kamis mengisolasi dan melakukan tes terhadap dua warga yang sebelumnya berada di atas kapal.

Tidak Ada Penumpang Bergejala di Kapal

Operator kapal pesiar Oceanwide menyatakan tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala infeksi di atas MV Hondius. Kapal tersebut dijadwalkan bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, pada Minggu pagi waktu setempat.

WHO juga menyebut tengah menyiapkan panduan langkah demi langkah terkait prosedur bagi puluhan penumpang yang masih berada di kapal ketika nantinya turun dan kembali ke negara masing-masing.

Layanan kesehatan Inggris menyatakan warga negaranya yang berada di kapal namun tidak menunjukkan gejala akan dipulangkan dan diminta menjalani isolasi mandiri selama 45 hari.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×