kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.081   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.063   23,78   0,39%
  • KOMPAS100 794   5,39   0,68%
  • LQ45 603   3,91   0,65%
  • ISSI 210   -0,05   -0,03%
  • IDX30 341   2,14   0,63%
  • IDXHIDIV20 425   2,68   0,64%
  • IDX80 91   0,57   0,63%
  • IDXV30 116   0,35   0,30%
  • IDXQ30 109   0,64   0,58%

Dua Raksasa Cat Mundur, AkzoNobel Tolak Tawaran Akuisisi Senilai €12,5 miliar


Rabu, 03 Juni 2026 / 15:57 WIB
Dua Raksasa Cat Mundur, AkzoNobel Tolak Tawaran Akuisisi Senilai €12,5 miliar
ILUSTRASI. Cat Dulux produksi AkzoNobel ( REUTERS/Phil Noble)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Upaya akuisisi produsen cat asal Belanda, AkzoNobel, oleh dua raksasa industri pelapis dunia berakhir tanpa hasil. Nippon Paint dan Sherwin-Williams memutuskan menghentikan rencana akuisisi bersama setelah tawaran mereka ditolak oleh AkzoNobel.

Mengutip Reuters (3/6), keputusan tersebut diumumkan pada Rabu (3/6). Sebelumnya, AkzoNobel menolak tawaran akuisisi tunai senilai €12,5 miliar atau sekitar US$14,5 miliar yang diajukan kedua perusahaan tersebut pada pekan lalu.

Kabar berakhirnya upaya akuisisi itu langsung menekan saham AkzoNobel. Pada perdagangan awal, saham perusahaan yang juga memproduksi cat merek Dulux itu sempat merosot lebih dari 20% setelah sebelumnya dihentikan sementara. Jika pelemahan tersebut bertahan hingga penutupan, ini akan menjadi penurunan harian terbesar dalam sejarah perdagangan saham AkzoNobel.

Baca Juga: Nippon Steel Bakal Rilis Obligasi Konversi Senilai Rp 53,7 Triliun

Analis Berenberg, Sebastian Bray, mengatakan pasar sebelumnya masih berharap Nippon Paint dan Sherwin-Williams akan mengajukan penawaran baru yang lebih menarik. Namun, keputusan menghentikan proses akuisisi menutup peluang tersebut.

Di sisi lain, AkzoNobel menegaskan tetap melanjutkan rencana merger dengan produsen pelapis asal Amerika Serikat, Axalta. Manajemen perusahaan menyatakan kedua dewan direksi secara bulat masih merekomendasikan transaksi merger tersebut.

Menurut Bray, setelah gagalnya pendekatan dari Nippon Paint dan Sherwin-Williams, peluang merger AkzoNobel dengan Axalta kini menjadi skenario yang paling mungkin terealisasi. Langkah ini sekaligus membuka babak baru konsolidasi industri cat dan pelapis global yang tengah menghadapi persaingan semakin ketat.

Baca Juga: Nippon Steel Bakal Rilis Obligasi Konversi Senilai Rp 53,7 Triliun




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×