kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Harga Emas Spot Melemah ke US$ 4.030, Investor Menunggu Arah Kebijakan The Fed


Selasa, 04 Agustus 2026 / 05:25 WIB
Harga Emas Spot Melemah ke US$ 4.030, Investor Menunggu Arah Kebijakan The Fed
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas Batangan (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin (3/8/2026), di tengah masih tingginya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah serta kekhawatiran terhadap meningkatnya tekanan inflasi.

Investor juga bersiap menantikan serangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 5% ke Level Terendah Tiga Pekan, Trump Tunda Serangan ke Iran

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.030,34 per ons troi pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka (futures) emas AS untuk pengiriman Agustus ditutup turun 0,4% ke level US$ 4.090,50 per ons troi.

Analis Marex Edward Meir mengatakan, harga emas masih bergerak dalam kisaran yang relatif sempit selama lebih dari satu bulan terakhir.

"Emas masih terjebak dalam rentang perdagangan sekitar US$ 4.000 hingga US$ 4.200 per ons. Salah satu faktor yang menopang harga adalah ekspektasi bahwa inflasi dapat kembali meningkat, terutama pada Juli ketika data terbaru kemungkinan akan menghapus sebagian besar penurunan inflasi yang terjadi pada Juni," ujar Meir.

Pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan sejumlah pejabat The Fed.

Baca Juga: Harga Saham Melesat, Amazon Masuk Klub Saham Kapitalisasi Pasar US$ 3 Triliun

Tiga pejabat bank sentral AS yang berbeda pendapat pada rapat kebijakan pekan lalu dan mendukung kenaikan suku bunga mengatakan pada Jumat bahwa penundaan kenaikan biaya pinjaman berisiko membuat inflasi tetap berada di atas target The Fed sebesar 2%.

Presiden Federal Reserve New York, John Williams, juga menegaskan bahwa bank sentral siap kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Di sisi lain, harga minyak Brent melonjak lebih dari 20% sepanjang bulan lalu setelah kembali pecah pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran, serta serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar Oman yang meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran.

Kenaikan harga energi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.

Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Baca Juga: PMI Sektor Manufaktur AS Stagnan di Juli, Optimisme Pengusaha Juga Merosot

Pasar menanti data tenaga kerja AS

Perkembangan geopolitik juga masih menjadi perhatian investor. Iran pada Senin membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat maupun rencana pertemuan dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengatakan pembicaraan akan segera dilakukan dan menjadi alasan pembatalan serangan militer.

Sepanjang pekan ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah indikator pasar tenaga kerja AS, termasuk laporan ketenagakerjaan sektor swasta ADP dan data nonfarm payrolls, yang dinilai dapat memberikan petunjuk baru mengenai langkah kebijakan moneter The Fed pada pertemuan berikutnya.

Baca Juga: Rencana Bisnis FIFA Gagal, Gianni Infantino Cari Dukungan Donald Trump

Sementara itu, Bank Sentral Korea Selatan mengumumkan akan membeli emas dari produsen lokal sebagai upaya mendiversifikasi sumber pasokan sekaligus meningkatkan cadangan logam mulia negara tersebut.

Pada perdagangan logam mulia lainnya, harga perak spot relatif stabil di level US$ 57,63 per ons troi. Adapun harga platinum turun 1,6% menjadi US$ 1.615,25 per ons troi, sedangkan paladium melemah 1,7% ke level US$ 1.252,62 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×