Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas turun tipis pada Rabu (29/7/2026), karena dolar AS tetap stabil dan pelaku pasar menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk tentang inflasi dan arah suku bunga AS.
Rabu (29/7/2026), harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.021,87 per ons pada pukul 0052 GMT. Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,4% menjadi US$ 4.021,70.
The Fed akan mengakhiri pertemuan kebijakan dua harinya pada hari Rabu dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil.
"Ekspektasi pasar menunjukkan peluang 70% untuk status quo dan probabilitas 30% untuk kenaikan setidaknya 25 basis poin," menurut alat FedWatch yang dikutip Reuters.
Baca Juga: Dolar AS Bertahan Dekat Puncak Sebulan Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Pasar memperkirakan peluang kenaikan bunga The Fed sebesar 76% pada bulan September 2026.
Sementara itu, Bank of England maupun Bank of Japan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Kamis dan Jumat pekan ini dan memperingatkan akan adanya kenaikan inflasi.
Dolar AS yang berada di dekat level tertinggi satu bulan, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Commerzbank pada hari Selasa menurunkan perkiraan harga emas akhir tahunnya menjadi US$ 4.500 per troy ounce. Sementara harga perak akan mencapai US$ 67 per troy ounce pada akhir tahun.
Baca Juga: Kalahkan Indonesia, Negeri Jiran Ini Segera Jadi Negara Maju Menurut Bank Dunia














