kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Anthropic Bidik IPO, Valuasi Dipatok Tembus US$ 2 Triliun


Selasa, 29 September 2026 / 07:07 WIB
Anthropic Bidik IPO, Valuasi Dipatok Tembus US$ 2 Triliun
ILUSTRASI. ANTHROPIC-MYTHOS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Anthropic memasang taruhan besar terhadap masa depan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan AI asal Amerika Serikat (AS) tersebut menilai teknologi AI berpotensi mengubah perekonomian global secara lebih mendalam dibandingkan era industrialisasi, listrik, hingga internet.

Namun, ambisi tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar. Dalam prospektus penawaran umum perdana saham (IPO) yang dilihat Reuters, Anthropic mengungkapkan rencana mengalokasikan hingga US$ 518 miliar untuk kewajiban terkait cloud, komputasi dan infrastruktur pada tahun mendatang.

Baca Juga: Goldman Sachs Siapkan CEO Baru, John Waldron Disebut Gantikan David Solomon

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis Anthropic juga diikuti oleh pelebaran kerugian. Perusahaan mencatat kerugian bersih hampir US$ 42 miliar pada 2025.

Meski demikian, pendapatan Anthropic melonjak sekitar 12 kali lipat sepanjang 2025 menjadi hampir US$ 4,6 miliar.

Pada periode yang sama, kerugian operasional perusahaan mencapai lebih dari US$ 8 miliar, tidak termasuk penurunan nilai sejumlah kewajiban yang sebagian besar berkaitan dengan pendanaan sebelumnya.

Prospektus tersebut memberikan gambaran mengenai pertumbuhan pesat Anthropic dalam setahun terakhir sekaligus besarnya kebutuhan modal untuk menopang ekspansi bisnis AI.

Anthropic menghabiskan US$ 7,33 miliar untuk komputasi dan infrastruktur pada tahun lalu. Angka tersebut meningkat tiga kali lipat dibandingkan 2024 dan menyumbang lebih dari separuh total biaya operasional perusahaan yang mencapai US$ 12,65 miliar.

Baca Juga: AS dan Iran Kembali Berunding, Upaya Akhiri Perang Masuk Babak Baru

Bidik valuasi lebih dari US$ 2 triliun

IPO Anthropic diperkirakan dapat memberikan valuasi lebih dari US$ 2 triliun. Jika terealisasi, valuasi tersebut akan lebih dari dua kali lipat dibandingkan estimasi valuasi Anthropic sebesar US$ 965 miliar pada Mei lalu.

Namun, besarnya angka tersebut juga mencerminkan tantangan yang harus diperhitungkan investor.

Kerugian bersih hampir US$ 42 miliar yang dicatat Anthropic termasuk beban akuntansi sekitar US$ 34 miliar.

Beban tersebut mencerminkan kenaikan estimasi nilai pendanaan yang pada akhirnya dapat dikonversi menjadi saham Anthropic, bukan uang yang secara langsung dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan bisnis.

Anthropic juga mengungkapkan risiko konsentrasi pendapatan. Hampir seperempat pendapatan perusahaan pada tahun lalu berasal dari dua pelanggan.

Dalam faktor risiko IPO, perusahaan memperingatkan bahwa banyak pelanggan terbesar mereka belum terikat kontrak jangka panjang sehingga dapat mengurangi atau menghentikan belanja.

Per 31 Desember, Anthropic memiliki kas, setara kas dan investasi jangka pendek senilai US$ 20,28 miliar.

Baca Juga: Dolar AS Flat, Harga Minyak dan Yield Treasury Naik di Tengah Konflik AS-Iran

Persaingan AI makin sengit

IPO Anthropic akan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam menilai perusahaan AI dengan pertumbuhan tinggi.

Perusahaan ini bersaing ketat dengan OpenAI dalam merebut pelanggan korporasi, talenta teknologi dan pengaruh dalam kebijakan AI di Washington.

OpenAI sendiri telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia pada Juni dan diperkirakan dapat melantai di bursa pada awal 2027, menurut laporan media.

Anthropic didirikan sekitar lima tahun lalu oleh sejumlah peneliti yang meninggalkan OpenAI setelah terjadi perbedaan pandangan terkait tata kelola dan keselamatan AI.

Persaingan juga datang dari xAI milik SpaceX, Google milik Alphabet dan Meta dalam membangun teknologi serta infrastruktur AI.

Amazon dan Google menjadi dua mitra strategis awal Anthropic. Keduanya telah menginvestasikan miliaran dolar ke perusahaan tersebut sekaligus menyediakan infrastruktur cloud untuk melatih dan menjalankan model Claude.

Anthropic sebelumnya juga terlibat perselisihan dengan Gedung Putih mengenai penggunaan teknologinya.

Perselisihan tersebut membuat Pentagon sempat memasukkan Anthropic ke daftar hitam, sebelum langkah itu diblokir oleh hakim AS pada Agustus.

Baca Juga: Harga Emas Spot Jatuh 3,5%, Sentuh Level Terendah dalam 7 Minggu

Tantangan keselamatan AI

Di tengah ekspansi bisnis, Anthropic juga menghadapi sorotan terkait risiko penggunaan AI yang semakin otonom.

Riset perusahaan menunjukkan bahwa model AI yang semakin mandiri dapat menunjukkan perilaku yang tidak terduga dan berpotensi berbahaya dalam pengujian terkontrol, termasuk menyabotase kode, membantu penipuan dan memanipulasi informasi.

Temuan tersebut turut memicu kekhawatiran mengenai kemampuan perusahaan teknologi mengendalikan sistem AI yang semakin kuat ketika pengembang berlomba membawa teknologi tersebut ke pasar.

CEO Anthropic Dario Amodei sebelumnya menyerukan agar komunitas AI global memperlambat peluncuran kemampuan baru untuk mengatasi risiko tersebut.

Namun, Anthropic tetap meluncurkan model Opus 5.5 pada pekan lalu untuk menghadapi momentum OpenAI setelah peluncuran GPT-6 Astra.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa debut saham Anthropic kemungkinan baru akan dilakukan setelah pemilu sela AS pada November.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Brent Bertahan di Atas US$105 di Tengah Risiko Selat Hormuz

Jika terealisasi, IPO tersebut akan membuka akses bagi investor publik untuk berinvestasi langsung pada perusahaan AI yang selama ini pertumbuhannya banyak ditopang modal ventura, sovereign wealth fund dan perusahaan teknologi besar.

Langkah tersebut juga akan menjadi ujian bagi valuasi perusahaan AI yang saat ini sangat tinggi, terutama setelah saham teknologi dan chip mengalami tekanan.

Di sisi lain, IPO Anthropic berpotensi menjadi salah satu pencatatan saham terbesar di AS dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi tolok ukur baru bagi valuasi industri AI, termasuk bagi pesaing utamanya, OpenAI.




TERBARU

[X]
×