Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Lalu lintas pelayaran di dua jalur strategis perdagangan energi dunia, yakni Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz, relatif tidak mengalami perubahan pada awal pekan.
Pelaku industri pelayaran masih bersikap hati-hati di tengah belum jelasnya perkembangan pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Baca Juga: Indeks Nikkei Melemah: Kekhawatiran Intervensi Yen Membuat Investor Tetap Waspada
Mengutip Reuters, data perusahaan pelacakan kapal Kpler menunjukkan sebanyak 20 kapal melintasi Selat Bab el-Mandeb pada Senin (3/8/2026), terdiri dari 12 kapal tanker dan 8 kapal curah (bulk carrier). Jumlah tersebut sama dengan hari sebelumnya.
Dari total kapal yang melintas, terdapat 12 kapal keluar dan 8 kapal masuk, dengan sebagian besar tetap mengaktifkan sistem pelacak (transponder).
Sementara itu, lalu lintas di Selat Hormuz masih relatif sepi. Hanya enam kapal yang tercatat melintasi jalur tersebut pada Senin, turun dari tujuh kapal sehari sebelumnya.
Enam kapal tersebut terdiri dari tiga kapal tanker dan tiga kapal curah, dengan rincian lima kapal masuk dan satu kapal keluar, seluruhnya melalui jalur pelayaran Iran.
Data tersebut belum mencakup kapal-kapal yang berlayar dengan transponder dimatikan.
Ketidakpastian terkait upaya diplomatik AS dan Iran masih menjadi faktor utama yang memengaruhi aktivitas pelayaran.
Baca Juga: Gelombang Panas di Korea Selatan Menewaskan 16 Orang, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Senin menegaskan tidak ada perundingan yang berlangsung dengan AS maupun agenda pertemuan yang telah dijadwalkan.
Pernyataan itu bertolak belakang dengan klaim Presiden AS Donald Trump, yang sehari sebelumnya mengatakan telah menunda serangan baru terhadap Iran sambil menunggu proses pembicaraan guna mengakhiri konflik serta menyelesaikan sengketa mengenai penguasaan Selat Hormuz.
Risiko serangan terhadap kapal juga membuat pelaku pelayaran tetap waspada. Ancaman dari kelompok Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal Arab Saudi mendorong sejumlah supertanker berbendera Saudi mengubah rute pelayaran di Teluk Aden dan memutar melalui Afrika bagian selatan.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
