kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.055   47,00   0,26%
  • IDX 6.269   34,03   0,55%
  • KOMPAS100 823   5,07   0,62%
  • LQ45 627   3,45   0,55%
  • ISSI 216   0,46   0,21%
  • IDX30 352   2,42   0,69%
  • IDXHIDIV20 433   2,36   0,55%
  • IDX80 94   0,48   0,51%
  • IDXV30 119   0,28   0,24%
  • IDXQ30 112   0,57   0,51%

Harga Emas Spot Stabil Selasa (4/8), Cermati Konflik AS-Iran dan Data Tenaga Kerja AS


Selasa, 04 Agustus 2026 / 08:43 WIB
Harga Emas Spot Stabil Selasa (4/8), Cermati Konflik AS-Iran dan Data Tenaga Kerja AS
ILUSTRASI. Logam Mulia - Emas Batangan (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Investor masih mencermati ketidakpastian terkait peluang perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, sembari menunggu serangkaian data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Mengutip Reuters, hingga pukul 00.42 GMT, harga emas spot relatif stabil di US$ 4.055,39 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS naik 0,6% menjadi US$ 4.055,10 per ons troi.

Baca Juga: Harga Minyak Bangkit Tipis Selasa (4/8) Pagi, Brent ke US$ 84,39 per Barel

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung dan menyebutnya sebagai "kesempatan terakhir" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima bulan.

Namun, pemerintah Iran membantah pernyataan tersebut dan menegaskan tidak ada negosiasi maupun agenda pertemuan dengan Amerika Serikat.

Konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga energi dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global.

Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral mempertahankan atau kembali menaikkan suku bunga guna mengendalikan tekanan harga.

Di satu sisi, emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi. Namun di sisi lain, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield).

Baca Juga: Yen Masih Perkasa Pascaintervensi Jepang-AS Selasa (4/8), Dolar Sulit Bangkit

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September, setelah bank sentral AS pekan lalu memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya.

Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan, dirinya tetap optimistis tekanan inflasi akan terus mereda secara bertahap.

Namun, ia menegaskan The Fed tidak akan ragu kembali menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perlambatan sesuai harapan.

Fokus investor pekan ini juga tertuju pada sejumlah data pasar tenaga kerja AS, dimulai dari laporan lowongan pekerjaan (JOLTS) yang dijadwalkan dirilis pada Selasa, disusul laporan ketenagakerjaan sektor swasta ADP pada Rabu dan data nonfarm payrolls pada Jumat.

Sementara itu, data yang dirilis Senin menunjukkan aktivitas manufaktur Amerika Serikat pada Juli meningkat ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun.

Meski demikian, konflik di Timur Tengah masih membebani rantai pasok global dan menjaga biaya input tetap tinggi.

Baca Juga: Gedung Putih Undang OpenAI, Google hingga Meta Bahas Uji Keamanan AI

Di sisi lain, bank sentral Korea Selatan mengumumkan akan membeli emas dari produsen lokal sebagai upaya mendiversifikasi sumber pasokan sekaligus menambah cadangan logam mulianya.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 58,24 per ons troi, platinum menguat 0,4% ke US$ 1.633,88 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,2% menjadi US$ 1.262,00 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×