Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah serangan drone dan rudal Iran menghantam Bandara Internasional Kuwait pada Rabu (3/6/2026) dini hari.
Serangan tersebut menyebabkan sejumlah korban luka, merusak fasilitas bandara, dan memaksa otoritas setempat mengalihkan penerbangan.
Kantor berita pemerintah Kuwait melaporkan, serangan itu menimbulkan kerusakan parah pada Terminal 1 (T1) Bandara Internasional Kuwait.
Baca Juga: AS Usulkan Tarif Baru untuk 60 Negara, Indonesia Masuk Daftar
Informasi tersebut mengutip pernyataan Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait yang menyebut operasional bandara terdampak akibat serangan tersebut.
Insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang melibatkan Iran dan negara-negara di kawasan Teluk. Selain menyerang Kuwait, Iran juga meluncurkan rudal ke arah Bahrain.
Militer Amerika Serikat sebelumnya menyatakan dua rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait gagal mencapai sasaran karena jatuh sebelum mencapai target atau hancur di tengah perjalanan.
Sementara itu, tiga rudal yang diarahkan ke Bahrain berhasil dicegat oleh sistem pertahanan gabungan Amerika Serikat dan Bahrain.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut Iran meluncurkan sejumlah rudal balistik ke negara-negara tetangga di kawasan. Namun, seluruh serangan tersebut disebut gagal mengenai target yang dituju.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Berpotensi Pangkas Produktivitas Global hingga US$ 17 Miliar
Sebagai respons atas upaya serangan Iran, pasukan AS melancarkan serangan ke Pulau Qeshm, wilayah Iran yang berada di Selat Hormuz. Militer AS juga mengklaim berhasil menggagalkan beberapa rudal balistik dan drone Iran lainnya.
Serangan terhadap Bandara Internasional Kuwait menunjukkan meluasnya dampak konflik ke infrastruktur sipil dan berpotensi mengganggu aktivitas transportasi udara di kawasan Teluk yang selama ini menjadi salah satu jalur penerbangan tersibuk di dunia.












