kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kapal Perang AS Dikabarkan Dihantam Rudal Iran di Selat Hormuz


Senin, 04 Mei 2026 / 17:47 WIB
Diperbarui Senin, 04 Mei 2026 / 17:59 WIB
Kapal Perang AS Dikabarkan Dihantam Rudal Iran di Selat Hormuz
ILUSTRASI. Angkatan laut Iran mengklaim telah mencegah kapal perang AS memasuki Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - DUBAI/DORAL. Angkatan laut Iran mengklaim telah mencegah kapal perang Amerika Serikat (AS) memasuki Selat Hormuz, Senin (4/5/2026). Reuters melaporkan, mengutip pemberitaan kantor berita Fars, dua rudal telah menghantam kapal perang AS di dekat Jask, di Teluk Oman, setelah mengabaikan peringatan Iran.

Laporan tersebut menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS akan membimbing kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz untuk keluar. Iran telah memperingatkan pasukan AS pada hari Senin (4/5/2026) untuk tidak memasuki jalur air strategis tersebut.

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen, dan tidak ada tanggapan langsung dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Iran Rilis Peta Baru Wilayah Kontrol di Selat Hormuz, Picu Perhatian Global

Namun Axios memberitakan, seorang pejabat senior AS menyangkal ada kapal perang AS yang terkena serangan rudal Iran.

Sebelumnya, Trump memberikan sedikit detail tentang rencana membantu kapal dan awaknya yang telah terkurung di jalur air vital tersebut. Para awak kapal dikabarkan kekurangan makanan serta persediaan lainnya, setelah lebih dari dua bulan konflik berlangsung.

"Kami telah memberi tahu negara-negara bahwa kami akan membimbing kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," kata Trump dalam unggahan di akun media sosial Truth Social miliknya,  Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Bandara Dubai Pulih, Trafik Penerbangan Kembali Normal Pasca Konflik Timur Tengah

Sebagai tanggapan, komando gabungan Iran memerintahkan kapal-kapal komersial dan kapal tanker minyak untuk menahan diri dari pergerakan apa pun yang tidak dikoordinasikan dengan militer Iran.

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa keamanan Selat Hormuz berada di tangan kami dan bahwa jalur aman kapal perlu dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata," kata Ali Abdollahi, Kepala Komando Gabungan Angkatan Bersenjata Iran dalam pernyataan resmi.

Abdollahi menuturkan, setiap angkatan bersenjata asing, terutama Angkatan Darat AS, akan diserang jika mendekati dan memasuki Selat Hormuz.




TERBARU

[X]
×