Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Kamis (6/8), didorong penguatan saham-saham pertambangan di tengah meningkatnya optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harapan tersebut dinilai dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama lima bulan sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Bursa Asia Lesu Kamis (6/8), Saham Teknologi Koreksi dan Pasar Pantau Selat Hormuz
Mengutip Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,7% menjadi 9.291,30 poin. Sehari sebelumnya, indeks tersebut juga menguat hampir 1% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa.
Sentimen positif muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah berlangsung pembicaraan intensif sepanjang hari dengan Iran pada Selasa (5/8).
Pernyataan tersebut memicu penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS dan menjaga harga minyak dunia tetap berada di bawah level tertinggi baru-baru ini.
Sektor pertambangan menjadi motor utama penguatan pasar. Indeks saham pertambangan Australia melonjak 2,2% ke level tertinggi sejak 19 Juni.
Saham-saham emiten tambang berkapitalisasi besar seperti Rio Tinto, Fortescue, dan BHP masing-masing menguat sekitar 1% hingga 1,4%.
Baca Juga: Mary Daly: The Fed Tepat Menahan Suku Bunga pada Pertemuan Juli
Kenaikan tersebut didukung oleh harga tembaga yang mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, sementara kontrak berjangka bijih besi berhasil mengakhiri tren penurunan yang terjadi sebelumnya.
Di sisi lain, perusahaan tambang asal Swiss Glencore mengumumkan rencana untuk melakukan pencatatan saham sekunder di Australian Securities Exchange (ASX) dengan target mulai diperdagangkan pada Oktober 2026. Jika disetujui, langkah tersebut diperkirakan akan semakin memperbesar bobot sektor pertambangan dalam indeks acuan Australia.
Sementara itu, saham-saham produsen emas melonjak 5,7% setelah harga emas mencapai level tertinggi dalam tujuh pekan, didorong oleh penurunan yield obligasi pemerintah AS.
Saham Evolution Mining dan Northern Star Resources masing-masing melesat lebih dari 6%.
Dari sektor keuangan, empat bank terbesar Australia atau Big Four Banks masing-masing naik sekitar 0,5%, sehingga indeks sektor keuangan menguat 0,6% setelah sempat mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Kamis (6/8) Pagi, Brent ke US$ 79,08 & WTI ke US$ 74,69
Sebaliknya, sektor energi turun 1,8% seiring pelemahan harga minyak.
Saham-saham teknologi juga terkoreksi 1,3% setelah mencatat kenaikan kuat pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini mengikuti penurunan indeks Nasdaq di Wall Street, yang dipicu oleh anjloknya saham SpaceX dan Advanced Micro Devices (AMD) usai merilis laporan keuangan.
Saham WiseTech Global turun 2,5%, sementara Xero melemah 0,4%.
Di antara saham individual, AMP melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun setelah perusahaan manajemen kekayaan tersebut membukukan kenaikan laba dasar setelah pajak semester I sebesar 33%. AMP juga mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai A$150 juta.
Sementara itu, di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 ditutup melemah tipis 0,1% ke level 13.982,06













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
