Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada Jumat (13/3/2026) seiring lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran inflasi. Tekanan pasar juga datang dari anjloknya saham perusahaan tambang emas.
Melansir Reuters, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,3% ke level 8.601,20 pada pukul 23.33 GMT. Dalam dua pekan terakhir sejak perang di Timur Tengah pecah, indeks tersebut telah merosot hampir 6,5%.
Baca Juga: Undang-Undang Baru China Soal Persatuan Etnis Picu Alarm di Taiwan
Harga minyak global melonjak pada Kamis ke level tertinggi dalam hampir empat tahun setelah Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan Timur Tengah.
Lonjakan harga energi juga memicu kekhawatiran biaya hidup di Australia. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada rapat Reserve Bank of Australia pada 17 Maret mencapai 78%, meningkat tajam dari sekitar 20% sebelumnya.
Saham perusahaan tambang emas Northern Star Resources anjlok hingga 16,6%, yang berpotensi menjadi penurunan harian terbesar sejak Maret 2020.
Penurunan tajam ini terjadi setelah perusahaan memperingatkan adanya hambatan operasional yang dapat mengganggu pencapaian target produksi tahunan.
Baca Juga: Dolar AS Berpeluang Catat Kenaikan Mingguan Kedua di Tengah Perang Iran
Masalah tersebut terjadi di tambang Kalgoorlie Consolidated Gold Mines, salah satu tambang emas terbuka terbesar di Australia.
Kejatuhan saham Northern Star turut menyeret saham-saham tambang emas lainnya serta indeks sektor pertambangan yang masing-masing turun 4,3% dan 1,8%.
Sentimen sektor ini juga tertekan oleh penurunan harga emas, seiring penguatan dolar AS dan berkurangnya ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Kombinasi konflik geopolitik dan penurunan saham Northern Star juga menghapus seluruh kenaikan indeks sektor emas sepanjang tahun ini, setelah sebelumnya sektor tersebut melonjak tajam pada 2025 didorong reli harga emas.
Di sisi lain, sektor keuangan membantu menahan pelemahan pasar dengan kenaikan 0,5%. Meski demikian, sektor ini masih berpotensi mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut jika tren saat ini berlanjut.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Turun 1,7% Jumat (13/2), di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Empat bank terbesar Australia juga mencatat kenaikan saham antara 0,3% hingga 0,7%.
Sementara itu, saham sektor energi naik 1,1% mengikuti kenaikan harga minyak. Namun saham Karoon Energy turun 1,8% setelah perusahaan menyatakan Brasil mengenakan pajak ekspor minyak sebesar 12%. Salah satu aset utama Karoon, proyek Baúna Project, berada di Brasil.
Di pasar regional, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 turun 0,5% ke level 13.133,31.













