Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa (10/2/2026), didorong oleh kenaikan saham-saham komoditas serta kinerja solid Macquarie Group dan Treasury Wine Estates.
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,6% ke level 8.922,10. Sehari sebelumnya, indeks tersebut melonjak 1,9%, mencatatkan sesi penguatan terkuat sejak April tahun lalu.
Saham-saham pertambangan menguat hingga 1,3%, seiring kenaikan harga tembaga. Raksasa tambang BHP Group dan Rio Tinto masing-masing naik hingga 2% dan 2,3%.
Baca Juga: Trump Ancam Larang Pembukaan Jembatan Baru AS–Kanada, Desak Perundingan dengan Ottawa
Sektor emas juga melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut, naik hingga 1,9%, sejalan dengan kenaikan harga emas global yang didukung oleh pelemahan dolar AS. Saham Northern Star Resources menguat hingga 2%.
Saham-saham energi naik hingga 1,4%, setelah harga minyak ditutup lebih tinggi menyusul imbauan Amerika Serikat (AS) agar kapal-kapal di Selat Hormuz menjauhi Iran.
Saham Woodside Energy dan Santos masing-masing naik hingga 1,2% dan 0,7%.
Sektor teknologi turut menguat hingga 1,4%, mengikuti sentimen positif dari Wall Street.
Sementara itu, saham Macquarie Group, bank investasi terbesar di Australia, melonjak hingga 4% ke level tertinggi sejak akhir Oktober, setelah membukukan kenaikan laba kuartal ketiga berkat perbaikan kinerja di seluruh lini bisnis.
Saham Macquarie menjadi penguat terbesar di sektor keuangan, meskipun indeks sektor finansial secara keseluruhan hanya naik tipis hingga 0,1%.
Dari empat bank besar Australia, tiga bank mencatatkan kenaikan antara 0,03% hingga 0,2%, sementara Westpac justru melemah 0,5%.
Baca Juga: Bursa Asia Kembali Reli di Pagi Ini (10/2), Indeks Nikkei Melonjak Paling Tinggi
Saham Treasury Wine Estates melonjak hingga 8% ke level tertinggi hampir tiga pekan, setelah perusahaan menyatakan telah menyelesaikan sengketa dengan distributor di AS terkait penutupan operasinya di California pada September lalu, sekaligus menaikkan proyeksi laba semester pertama.
Saham produsen anggur ini menjadi salah satu top gainers di indeks acuan.
Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 naik tipis 0,1% ke level 13.455,88.













