Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (9/2/2026) mengancam akan melarang pembukaan jembatan baru senilai US$4,6 miliar yang menghubungkan Detroit, Michigan, dengan Windsor, Ontario, dalam eskalasi terbaru ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada.
Trump menyoroti sejumlah isu yang menurutnya merugikan AS, termasuk kepemilikan Kanada atas Gordie Howe International Bridge, penolakan Kanada menjual beberapa minuman beralkohol asal AS di toko-toko mereka, tarif Kanada atas produk susu, serta perundingan dagang Kanada dengan China.
Baca Juga: Bursa Asia Kembali Reli di Pagi Ini (10/2), Indeks Nikkei Melonjak Paling Tinggi
“Saya tidak akan mengizinkan jembatan ini dibuka sampai Amerika Serikat sepenuhnya mendapat kompensasi atas semua yang telah kami berikan kepada mereka, dan yang terpenting, sampai Kanada memperlakukan Amerika Serikat dengan keadilan dan rasa hormat yang layak kami terima,” tulis Trump di media sosial.
Ia menambahkan bahwa AS akan segera memulai perundingan, bahkan menyebut Washington seharusnya memiliki setidaknya separuh kepemilikan aset tersebut.
Pada 2012, Gubernur Michigan saat itu, Rick Snyder, menerima tawaran pemerintah Kanada untuk mendanai sebagian besar biaya pembangunan jembatan, dan menggunakan kewenangan eksekutif untuk meloloskan proyek tersebut tanpa persetujuan legislatif negara bagian. Konstruksi dimulai pada 2018 dan kini hampir rampung.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada 30 Januari lalu bahkan telah menetapkan jembatan tersebut sebagai pelabuhan masuk resmi.
Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar Kanada di Washington, kantor Gubernur Michigan Gretchen Whitmer, serta otoritas jembatan belum memberikan tanggapan.
Baca Juga: Aktivitas Bisnis Australia Melambat Tipis pada Januari, Tekanan Biaya Mereda
Senator Demokrat asal Michigan, Elissa Slotkin, memperingatkan bahwa pembatalan proyek akan membawa dampak serius, termasuk kenaikan biaya bagi bisnis Michigan, rantai pasok yang kurang aman, dan hilangnya lapangan kerja.
Ia menilai Trump tengah “menghukum warga Michigan atas perang dagang yang ia mulai sendiri,” seraya menambahkan bahwa pendekatan keras AS terhadap Kanada justru mendorong Ottawa mendekat ke Beijing.
Pada 2023, Detroit merupakan pelabuhan kargo terbesar kedua di AS berdasarkan nilai perdagangan, sekaligus yang terbesar di perbatasan AS–Kanada, dengan total nilai perdagangan truk komersial mencapai US$126 miliar.
Baca Juga: Bangladesh Amankan Tarif AS Turun Jadi 19%, Produk Garmen Berbahan AS Bebas Bea Masuk
Jembatan Gordie Howe diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas truk yang selama ini bertumpu pada Ambassador Bridge.
Menurut studi Universitas Windsor, jembatan baru ini akan memangkas waktu penyeberangan hingga 20 menit dan menghemat biaya pengangkutan sekitar US$2,3 miliar dalam 30 tahun.
Sejak memasuki masa jabatan keduanya, Trump telah beberapa kali mengancam Kanada dengan kenaikan tarif besar-besaran.
Bulan lalu, ia menyatakan akan menerapkan tarif 100% jika Kanada melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney sendiri pada Januari mengunjungi Beijing untuk memperbaiki hubungan bilateral dan mencapai kesepakatan dagang dengan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah AS.
Baca Juga: Ekonomi Singapura Tumbuh 6,9% pada Kuartal IV-2025, Lebih Tinggi dari Proyeksi Awal
Trump juga sempat mengancam akan mencabut sertifikasi jet bisnis Bombardier Global Express serta memberlakukan tarif impor 50% untuk seluruh pesawat buatan Kanada, hingga Ottawa menyetujui sertifikasi pesawat produksi pesaing AS, Gulfstream.
Namun hingga kini, pemerintahan Trump belum mengambil langkah konkret terhadap industri pesawat Kanada.













