Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, turun hampir 2% pada perdagangan Jumat (13/3/20026) seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong harga minyak naik dan memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini membuat investor menjauhi aset berisiko.
Melansir Reuters pukul 00.10 GMT, indeks Nikkei tercatat melemah 1,7% ke level 53.502,50. Penurunan ini membuat indeks tersebut berada di jalur penurunan mingguan kedua secara berturut-turut.
Baca Juga: Saham Honda Anjlok Lebih dari 6% Jumat (13/2), Usai Proyeksikan Rugi Tahunan Pertama
Sementara itu, indeks yang lebih luas, TOPIX, juga turun 1,2% ke level 3.607,26.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya akan terus melawan dan mempertahankan penutupan Selat Hormuz sebagai tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Iran juga dilaporkan meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak dan transportasi di kawasan Timur Tengah.
Di dalam indeks Nikkei, hanya terdapat tujuh saham yang menguat, sementara 115 saham lainnya melemah.
Baca Juga: Diplomasi Kim Jong Un-Xi Jinping Menguat: Ancaman Baru bagi Dominasi AS?
Salah satu penekan utama indeks adalah saham Honda Motor yang anjlok 6,1%, menjadi penurunan harian terbesar sejak Februari 2025.
Penurunan tersebut terjadi setelah produsen mobil terbesar kedua di Jepang itu memperkirakan akan mencatat kerugian tahunan pertamanya dalam hampir 70 tahun sebagai perusahaan publik, akibat biaya restrukturisasi besar pada bisnis kendaraan listrik (EV).












