kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.924   33,00   0,20%
  • IDX 7.381   -8,57   -0,12%
  • KOMPAS100 1.027   -0,71   -0,07%
  • LQ45 754   2,00   0,27%
  • ISSI 259   -1,05   -0,40%
  • IDX30 402   2,96   0,74%
  • IDXHIDIV20 498   7,13   1,45%
  • IDX80 115   -0,03   -0,03%
  • IDXV30 135   1,54   1,16%
  • IDXQ30 130   1,13   0,88%

Harga Minyak Melonjak Kamis (12/3) Pagi: Brent ke US$97,67 dan WTI ke US$92,36


Kamis, 12 Maret 2026 / 08:49 WIB
Harga Minyak Melonjak Kamis (12/3) Pagi: Brent ke US$97,67 dan WTI ke US$92,36
ILUSTRASI. Harga minyak dunia (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia kembali menguat pada Kamis (12/3/2026) setelah pejabat keamanan Irak melaporkan serangan terhadap kapal tanker bahan bakar di perairan negara tersebut.

Insiden ini menambah kekhawatiran gangguan pasokan energi global di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Melansir Reuters, minyak mentah Brent naik US$5,69 atau 6,19% menjadi US$97,67 per barel pada pukul 01.18 GMT.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$5,11 atau 5,86% menjadi US$92,36 per barel.

Baca Juga: Trump dan Iran Sinyalkan Perang Belum Akan Berakhir, Tanker Terbakar di Perairan Irak

Direktur Jenderal General Company for Ports Farhan al-Fartousi mengatakan, dua kapal tanker asing yang membawa bahan bakar minyak asal Irak diserang di perairan teritorial negara tersebut hingga terbakar.

Penyelidikan awal oleh aparat keamanan Irak menunjukkan bahwa perahu bermuatan bahan peledak yang diduga berasal dari Iran menyerang kedua kapal tersebut.

Analis pasar dari IG Tony Sycamore menilai, serangan tersebut kemungkinan merupakan respons Iran terhadap langkah negara-negara konsumen energi untuk meredam lonjakan harga minyak.

“Ini tampaknya merupakan respons langsung dan tegas dari Iran terhadap pengumuman IEA mengenai pelepasan besar-besaran cadangan minyak strategis untuk menurunkan harga yang melonjak,” ujarnya.

Baca Juga: AS Buka Investigasi Dagang Baru, Trump Siapkan Tarif ke China hingga Indonesia

Sebelumnya, International Energy Agency (IEA) sepakat melepas rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global untuk menekan harga yang melonjak akibat gangguan pasokan dari konflik di Timur Tengah.

Dari jumlah tersebut, Amerika Serikat menyumbang porsi terbesar dengan melepas 172 juta barel dari Strategic Petroleum Reserve.

Namun, strategi tersebut dinilai belum tentu mampu menahan lonjakan harga dalam jangka panjang.

“Pelepasan cadangan minyak oleh IEA mungkin hanya menjadi solusi sementara, karena gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan penghentian produksi di beberapa negara Timur Tengah dapat memicu kekurangan pasokan jangka panjang,” kata Tina Teng dari Moomoo ANZ.

Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Jatuh Kamis (12/3), Harga Minyak Naik di Tengah Konflik Timteng

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat berada dalam posisi yang sangat kuat dalam konflik dengan Iran dan akan menaruh perhatian serius terhadap situasi di Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak global.

Namun, sumber intelijen AS menyebut kepemimpinan Iran masih relatif utuh dan tidak berada dalam risiko runtuh dalam waktu dekat.

Menurut Teng, ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut membuat harga minyak tetap berada di bawah tekanan kenaikan.

“Harga minyak terus menghadapi tekanan naik karena belum ada tanda-tanda deeskalasi konflik di Timur Tengah,” ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×